by

Alasan Ustaz Abdul Somad tak Jawab Celaan di Medsos

-Islam-60 views

Tasikmalaya dikenal sebagai kota santri, menilik banyaknya pesantren yang berdiri di distrik itu. Kali ini, Ustaz Abdul Somad (UAS) berpeluang mengunjungi Tasikmalaya.

Dalam pekerjaan tabligh akbar yang dilangsungkan oleh Radio Inayah tersebut, UAS menyatakan baru kesatu kali ceramah di Tasikmalaya. “Di Jawa Barat, baru kali ini saya ceramah di luar Kota Bandung,” kata UAS saat memulai tabligh akbar yang dilangsungkan di Lapangan Jamilega, Desa Tanjung Kerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (5/10).

Ia pun menyatakan bangga dengan jamaah yang muncul dalam pekerjaan itu. Mayoritas yang hadir ialah generasi muda padahal pekerjaan itu dilangsungkan siang hari di tengah lapangan yang bermandikan teriknya sinar matahari.

Dalam peluang itu, ia tak tidak sedikit memaparkan materi. Ia hanya konsentrasi menjawab pertanyaan dari jamaah yang telah dikatakan kepada UAS melewati secarik kertas.

Dari sebanyak pertanyaan jamaah, ada jamaah yang menanyakan penyebab kenapa UAS jarang merespons kolom komentar di media sosial (medsos). Padahal, dalam kolom komentar tak tidak banyak yang mengucapkan caci maki untuk UAS.

“Saya tidak akan menjawab cacian. Karena caci maki mesti dimaafkan. Kita mesti menyayangi orang yang membenci kita,” ujarnya.

Pada sesi berikutnya, ia membalas pertanyaan berhubungan sikapnya terhadap adanya perbuatan suap-menyuap dalam seleksi pegawai negeri sipil (PNS). Menjawab pertanyaan itu, ia juga secara tegas melaknat masing-masing oknum yang tercebur dalam suap.

“Jika ternyata terdapat PNS yang sukses lolos seleksi, maka otomatis gaji yang ia terima adalahgaji yang sifatnya haram,” kata dia.

UAS juga menghimbau supaya masyarakat tak terjerumus dalam lingkaran suap-menyuap. Ia menekankan sumber rezeki halal tersebut tak terbatas. UAS berpesan supaya masyarakat tidak boleh menutup pintu rezeki yang halal dengan mengerjakan perbuatan haram.

Di satu sisi, ia pun menyampaikan PNS tidak selamanya menjanjikan kebahagiaan. UAS menyatakan mempunyai teman yang menyimpulkan berhenti menjadi PNS dan memilih menegakkan usaha.

“Kini, rekan saya tersebut dapat hidup dengan jauh lebih sejahtera,” ucapnya.

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed