by

Mahasiswa Harus Bisa Urus Model A5

JAKARTA – Bagi mahasiswa, perantau dan warga yang pindah domisili saat Pilpres dan Pileg pada 17 April 2019 mendatang, hendaklah bisa memastikan untuk bisa mengurus Surat Model A5 (SM-A5). Hal tersebut harus dipersiapkan sebelum bepergian, senyampang gawe besar nasional itu masih empat bulan lagi.

Bentuk SM-A5 adalah surat keterangan pindah memilih yang dikeluarkan dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tempat domisili asal calon pemilih. Kepastian ini dibutuhkan khalayak khususnya mahasiswa dan pencari kerja ke luar daerah, setelah mereka terdeteksi mendatangi kantor kelurahan di daerah-daerah maupun di kantor KPU RI Jl Imam Bonjol No. 29, Menteng, Jakarta Pusat.

Seorang staf di Sekretariat KPU RI, menjelaskan, bagi para mahasiswa yang hanya memiliki Surat Keterangan (Suket) pengganti KTP atau KTP biasa (belum e-KTP), maka tinggal meminta surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat berbekal dengan menunjukkan itu. Hal sama juga berlaku bagi warga pindah domisili (hanya punya Suket) serta para perantau yang hanya memiliki KTP biasa (bukan e-KTP) maka tinggal datang ke kantor Dukcapil.

“Kemudian pada hari H, mereka tinggal datang ke TPS dengan membawa surat Dukcapil tersebut disertai membawa Kartu Keluarga.(KK),” ujar staf di KPU RI.

Prosedur Urus Form A5

Cara pertama, yaitu warga atau calon pemilih bisa langsung mengurus di tempat asal, tempat pemilih terdaftar di Datar Pemilih Tetap (DPT), dengan meminta kepada Petugas Pemungutan Suara (PPS) di Kelurahan. Petugas PPS akan mengecek kebenaran pemilih tersebut dalam Daftar Pemilih Tetap .

Setelah PPS memastikan pemilih yang bersangkutan terdaftar di DPT, maka PPS akan mengeluarkan Form A.5 kepada pemilih tersebut. Kemudian pemilih bisa melaporkan diri kepada PPS tempat tujuan. Cara pertama ini bisa dilakukan paling lambat H-3 atau tanggal 15 April 2019.

Baca juga:
Agar Melek Pilpres, Sosialisasi Harus Diperluas

Cara kedua adalah jika pemilih yang bersangkutan tidak memungkinkan untuk mengurus di daerah asal tempat pemilih terdaftar dalam DPT, maka pemilih tersebut bisa langsung mengurus di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten atau Kota, tempat pemilih tersebut akan menggunakan hak pilihnya. Pemilih membawa KTP Asli serta foto kopi KTP, kemudian petugas KPU Kabupaten/Kota mengecek tempat tinggal pemilih yang bersangkutan tercatat di DPT.

Setelah memastikan pemilih tersebut masuk dalam DPT, maka KPU Kabupaten/Kota akan mengeluarkan Form A-5 PPWP untuk bisa digunakan pemilih menggunakan hak pilihnya.

Namun sebelum pemilih menggunakan hak pilihnya, pemilih yang sudah mendapatkan A5 tersebut diminta untuk menghubungi PPS tempat pemilih akan menggunakan hak pilihnya. Hal itu agar ditentukan atau dipastikan di TPS tempat pemilih tersebut akan menggunakan hak pilihnya. Cara kedua ini bisa dilakukan paling lambat H-10 atau maksimal tanggal 7 April 2018 di seluruh kantor KPU Kabupaten/Kota.

Wajib Datang Sendiri

Kemudian Ketua KPU Arief Budiman, dalam beberapa kali pertemuan penyuluan menyebutkan, dalam situasi tertentu, ketika pemilih tersebut tidak sempat melapor ke PPS tempat pemilih akan menggunakan hak pilih, maka pemilih tetap dapat menggunakan hak pilihnya pada hari dan tanggal pemungutan suara. Dengan catatan, pemilih yang bersangkutan telah memiliki formulir Model A-5 dari PPS asal dan menunjukkannya kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS, tempat pemilih itu akan menggunakan hak pilih.

Dalam pengurusan surat pindah pilih, baik cara pertama maupun cara kedua pemilih yang bersangkutan wajib datang sendiri atau tidak boleh diwakilkan. Pemilih bisa mengecek apakah sudah masuk dalam DPT Pilpres di kantor kelurahan atau dengan klik website KPU.

Baca juga:
Pagi Ini, KSAD Dijabat Seorang Doktor

Secara terpisah, Arief Budiman juga sempat menjelaskan saat penyuluhan kepada mahasiswa, semakin dekatnya hari pencoblosan, semakin banyak pula warga yang datang ke Sekretariat KPU Pusat yang dia pimpin. Selain itu, pihaknya juga pro-aktif  untuk memberikan penyuluhan kepada calon pemilih pemula.

Ditambahkan Arief Budiman, silahkan mengeceknya pada alamat website KPU: Website:http/www.kpu.go.id, disitu ada prosedur dan petunjuknya. Dengan mengklik sistem informasi itu, kata Arif Budiman, semua warga negara bisa mengecek masing-masing namanya sudah masuk atau belum dalam DPT. Intinya, semua penduduk WNI, walau tidak punya e-KTP, berhak memberikan hak suaranya di TPS.(oko)

Penulis dan Editor: Djoko Sahid

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed