by

Pagi Ini, KSAD Dijabat Seorang Doktor

JAKARTA – Pagi ini, Presiden Joko Widodo bakal melantik Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) baru, Letjen TNI Andika Perkasa  untuk menggantikan Jenderal Mulyono, Kamis (22/11). Agenda pelantikan akan digelar di Istana Negara pukul 09.00 WIB. Jenderal TNI Mulyono sendiri akan memasuki masa pensiun pada Januari 2019.

Dengan demikian, wartawan mencatat dari rekam jejak kariernya,  Andika menjalani tugas sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) hanya 122 hari sejak serah-terima jabatanya. Saat itu Andika dilantik KSAD, Jenderal TNI Mulyono menjadi Pangkostrad pada Hari Senin, 23 Juli 2018. Selain karier di militer dinilai banyak pihak sangat moncer,  Andika kelahiran 21 Desember 1964 ini ternyata juga dikenal sebagai Jenderal Angkatan Darat yang gemar belajar.

Ia memiliki sederet gelar akademis, yaitu Master of Arts (MA), Master of Science (MSc), Master of Philosophy (MPhil) dan Philosophy of Doctor (PhD). Seperti diketahui, Ph.D merupakan gelar akademik tertinggi pada banyak bidang keilmuan. Andika juga dikenal sebagai menantu Jenderal (Purn) Hendropriyono. Kariernya semakin cemerlang sejak 8 November 2013 lalu, ia diangkat menjadi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat. Tak lama kemudian pangkat Andika dinaikkan menjadi Brigadir Jenderal.

Dari keterangan Penerangan Mako KSAD kepada sejumlah jurnalis, Presiden Jokowi telah menunjuk sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru dan akan dilantik pagi ini. Andika Perkasa yang merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan 1987 terpilih sebagai KSAD dengan menyisihkan beberapa jenderal yang lebih senior.

Beberapa jenderal itu seperti Letjen TNI Agus Surya Bakti yang merupakan lulusan Akmil angkatan 1984 dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Kemudian Letjen TNI Doni Monardo yang menjabat Sekjen Dewan Ketahanan Nasional dan lulusan Akmil angkatan 1985. Selain itu masih ada Letjen TNI Tatang Sulaiman yang menjabat Wakil KSAD, merupakan lulusan Akmil angkatan 1986.

Baca juga:
Petani Menjerit, Impor Jagung 100 Ribu Ton Tetap Berlalu

Sementara itu, wartawan juga mencatat data-data, sesama lulusan Akmil 1986 juga ada Mayjen TNI Joni Supriyanto (Panglima Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta), Mayjen TNI Besar Harto Karyawan (Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi) dan Mayjen TNI Wuryanto (Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro).

Di Atas Rata-rata

Setelah merampungkan penempaan di candra dimuka Akmil, pada 1987 Andika mengawali karier sebagai Komandan Peleton Grup 2/Para Komando. Selanjutnya pindah ke kesatuan Kopassus dengan pangkat awal Letnan Dua. Delapan tahun kemudian, ia diangkat menjadi Komandan Tim 3, Sat Gultor 81, Kopassus dan pangkatnya naik menjadi Kapten. Dalam karier militer, jabatan Andika tersebut dinilai dalam kesatuan korps-nya sebagai perwira berkemampuan di atas rata-rata. Karena itu ia berwenang memimpin jalannya operasi militer yang bersifat rahasia.

Pada tahun 2000, Andika menjalani penugasan di Kementerian Pertahanan dengan jabatan Kepala Seksi Kajian Strategi Hankam, Subdit Jaklak, Ditjakstra. Pangkat Andika semasa penugasan itu naik menjadi Mayor. Kemudian Andika dipercaya menjabat sebagai Komandan Batalyon (Danyon) 32/Apta Sandhi Prayuda Utama, Grup 3/Sandhi Yudha, Kopassus pada 2002 dengan pangkat Letnan Kolonel. Biasanya tidak sembarang perwira bisa menduduki posisi tersebut.

Selanjutnya Andika Perkasa sempat menjabat Komandan Kodiklat AD, serta pada 2012, Andika naik pangkat menjadi Kolonel saat menjabat Komandan Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera, Kodam I/Bukit Barisan. Setelah menjabat Danrem 023/Kawal Samudera, sejak 8 November 2013 lalu ia diangkat menjadi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat. Tak lama kemudian pangkat Andika dinaikkan menjadi Brigadir Jenderal.

Selama 11 bulan menjabat, ia dipromosikan menjadi Komandan Paspampres pada 2014. Dengan jabatan baru tersebut, Andika juga mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal. Karier militernya beranjak terus, pada 15 Januari 2018 Andika diangkat menjadi Komandan Kodiklat TNI-AD. Pada jabatan tersebut, pangkatnya sekaligus naik menjadi Letnan Jenderal. Sekitar enam bulan kemudian, pada 13 Juli 2018, Andika kembali mendapatkan promosi menjadi Pangkostrad ke-39 sepanjang sejarah pendirian Korps Baret Hijau tersebut.(oko)

Baca juga:
Tanpa Izin, Drama Surabaya Membara Disalahkan

Penulis dan Editor: Djoko Sahid

 

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed