by

Lewat MRO, Hafalkan Qur’an 30 Juz Hanya 118 Hari

Gratis selama menjadi santriwati.

TANGERANG – Satu lagi pembuktian karya anak bangsa, yakni menghafalkan Al Qur’an sebanyak 30 juz hanya butuh waktu 118 hari. Sebuah prestasi dengan Metode Ritme Otak (MRO) karya Ustadz Abu Askar, maka dalam tempo sesingkat itu bisa mewisuda santriwatinya.

Seperti pada Ahad (16/12) siang, sebanyak 16 santriwati angkatan ke-9 telah berhasil menyandang gelar Hafidzoh. Sebelum diwisuda itu, mereka telah diuji dengan berbagai tahapan sebagai Hafidzoh.  Program Ust Abu Askar di Tangerang Selatan (Tangsel) bekerjasama dengan anggota/tokoh masyarakat, sebagai pengelola pondok pesantrennya. Program ini, masuk dalam kategori Ma’had Tahfidz Qur’an. Yaitu dengan program mukim khusus untuk putri dan non-mukim untuk umum.

Hadir dalam acara itu, sejumlah walisantri dan tokoh masyarakat sekitar Tangsel. Acara ini berlebel Wisuda dan Penutupan Program Tahfidz Qur’an selama enam bulan, untuk angkatan ke-9. Penyelenggara acara wisuda kali ini adalah Yayasan Kuntum Indonesia (YKI).

Di wilayah Kota Tangerang Selatan, Propinsi Banten, program full beasiswa tersebut bertempat di Rumah Tahfidz Jl Jawa 2 Blok N3 No 12, Perumahan Reni Jaya. Untuk bisa diterima sebagai santriwati Pesantren Rumah Tahfidz, maka para calon santriwatinya wajib lulus tes awal. Yakni  guna standarisasi tingkat kecerdasannya. Setelah itu, baru mereka dimasukkan ke dalam kawah candradimuka (tempat penempaan) khusus santriwati. Base camp Rumah Tahfidz berada di Kelurahan Pondok Benda Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Seperti diketahui, Rumah Tahfidz ini bernaung dalam Yayasan Kuntum Indonesia (YKI). Dalam menjalankan program pendidikannya, menghafalkan Al Qur’an terbagi menjadi dua kelas. Yakni kelas formil intensif dengan santriwati wajib masuk asrama. Kedua, kelas umum dengan pesertanya umum dari luar pesantren dan tidak bermukim di asrama pesantren. Program yang sama juga diselenggarakan di Kabupaten Bandung, Bogor dan Bekasi.

Baca juga:
Mahasiswa Harus Bisa Urus Model A5

Pihak YKI, Ustadzah Alin, mengatakan, Rumah Tahfidz ini telah mengalami berbagai kemajuan, berkat banyak dukungan dari anggota masyarakat. Terutama dukungan dari sejumlah pengurus Koperasi Syari’ah Masyarakat Tangerang Bersatu (KSMTB) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), baik moril maupun materiil. Sehingga segala kebutuhan akomodasi makan dan minum bagi santri tidak kesulitan.

“Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada segenap pengurus KSMTB. Hari ini kami juga merasa bahagia dan terharu, karena tekad dan disiplin para santriwati. Kini tekad dan kedisplinan tadi telah membuahkan hasil yang sangat luar biasa. Rata-rata mereka mampu menghafal selama 118 hari untuk 30 juz, dengan menggunakan Metode Ritme Otak,” jelas Ustazdah Alin.

Sedangkan pengelola Rumah Tahfidz, Ustadzah Uslida mengungkapkan, praktek tiap harinya, santri wajib melahab hafalan 6-8 lembar, kemudian membuat setoran hafalan kepada pembimbing (ustadzah) tiap sore. Pada malam hari, santri bangun sholat hajat dengan berjamaah. Imamnya membaca ayat-ayat Al Qur’an yang dihafalkan, dengan didlohirkan minimal satu juz untuk dua rakaat. Sedangkan makmum (para santri) mendengarkannya dengan dibolehkan membuka Al Qur’an. Agar hafal di luar kepala, para santriwati diwajibkan membaca materi yang dihafalkan sebanyak 50 kali.

Dalam metode – MRO versi Abu Askar ini, para santri ditarget bisa menghatamkan 30 juz. Selanjutnya program merawat hafalan sekitar dua bulan. Jadi hitungannya, menghafal 30 juz 118 hari (4 bulan) kemudian dirawat hafalannya selama dua bulan. Jadi tepat enam bulan mereka sudah bisa diwisuda sebagai hafidzoh.

“Para santri di sini bukan hanya hafal Al Qur’an 30 juz, tetapi mereka juga bisa menterjemahkan Al Qur’an. Karena santri juga mendapatkan pengkayaan dengan belajar Nahwu Shorof dan Tafsir. Para santri yang telah diwisuda punya kewajiban mengabdikan diri sebagai pengasuh menerima setoran hafalan bagi adik-adiknya. Lama pengabdian ini minimal enam bulan sampai dua tahun di Rumah Tahfidz sini,” tambah salah seorang pengurus Rumah Tahfidz.**

Baca juga:
Liverpol Takluk 2-1, Posisinya Kian Sulit

Reporter: Dian Savitri

Editor: Redaktur DUALINK.id

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed