by

Habib Bahar: “Ini Resiko Perjuangan!”

JAKARTA – Habib Bahar bin Smith akhirnya resmi bisa ditahan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar (Jawa Barat). Penahanan itu, dilakukan setelah polisi memeriksa Habib Bahar, sejak kemarin pukul 14.15 hingga Rabu (19/12 dini hari tadi. Namun habib muda usia 30-an itu, tetap tersenyum selama perjalanan menuju ruang tahanan  Mapolda Jabar.

“Ini tuh soal resiko perjuangan!” ujar Habib Bahar bin Smith  dengan singkat. Selebihnya Habib Bahar juga berpesan agar tetap semangat berjuang di jalan Alloh SWT kepada santri dan sahabatnya yang mengiringinya. Habib asal Manado ini tak lupa meminta tetap menjaga dan memakmurkan pondok pesantren di Bogor.

Ia berjalan seolah tanpa rasa gentar menuju ke ruang tahanan Mapolda Jabar di Jln Soekarno Hatta, Kota Bandung. Ucapan tersebut disampaikan kembali kepada wartawan oleh sahabat dekat Habib Bahar yang berambut godrong itu, Rabu (19/12) tadi. Saat Habib Bahar berada di Mapolda Jabar pun, massa pengikutnya juga berdatangan secara silih-berganti. Dukungan moral pun berlangsung hingga Rabu malam ini, bahkan Mapolda Jabar terus dibanjiri oleh tim pengacara dan pengikut Habib Bahar.

Pihak pengacara, Habib Bahar yang diwakili, Azis Yanuar, SH, mengatakan, hari ini kami langsung mengajukan penangguhan  tanahan terhadap kliennya. Hal itu diungkapkan Azis saat keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Dari pantauan wartawan media ini,  Habib Bahar menunjukkan gestur yang rileks sepanjang pemeriksaan oleh polisi. Sementara itu ia tampak sering senyum dan tetap bicara dengan santai menyapa pengikutnya.

Tadi siang, pengacara telah menyerahkan surat dan syatat-syaratnya permohonan penangguhan penahanan kepada kepolisian. Ia berharap, semoga bisa cepat diproses dan Habib Bahar keluar segera berdakwah lagi. Tim pengacara dan keluarganya siap menjamin, Habib Bahar bakal taat mengikuti prosedural di kepolisian hingga persidangan di Pengadilan Negeri (PN) kelak. Kali ini, penahanan Habib Bahar bukan akibat dugaan penyampaian ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi dengan kata-kata kurang senonoh pada acara ceramah di Palembang, Rabu (28/11). Melainkan Habib Bahar disangka melakukan peganiayaan terhadap dua korban, CAJ (18 tahun) dan MKUAM alias Zaki (17 tahun) di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (1/12) .

Baca juga:
Caleg Perindo Dituntut Setahun Penjara

Sebelum penangkapan ini, keterangan dari kepolisian menyebutkan, Habib Bahar sempat diperiksa di tiga tempat. Yakni Polda Metro Jaya, Polda Sumatera Selatan (Sumsel) dan Mabes Polri Jakarta. Pelapornya saat itu adalah Ketua Cyber Indonesia, Muannas Alaidid. Ia melaporkan soal isi ceramah Habib Bahar kepada penyidik Polda Metro Jaya. Yakni dalam acara penutupan Maulid Arba’in dan locus delictiy (tempat kejadian peristiwa)-nya di Gedung Ba’alawi, Kelurahan Ilir, Ilir Timur, Palembang, Sumatera Selatan.

Habib Bahar disangka melanggar hukum yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 pasal 16 Jo Pasal 4 W angka 2 tentang Pembebasan Diskriminasi Ras dan Etnis. Polri juga telah memeriksa panitia acara penutupan Maulid Arba’in. Polri melakukan pemeriksaan terhadap pihak panitia penyelenggara acara penutupan Maulid Arba’in di Gedung Ba’alawi, Kelurahan Ilir, Ilir Timur Palembang, Sumatera Selatan, yang mengundang pendiri Majelis Pembela Rasullah Habib Bahar bin Smith untuk menyampaikan ceramah. Polisi sudah memeriksa 12 saksi dan empat ahli dalam kasus Habib Bahar yang di Palembang ini.**

Reporter dan Editor: Djoko Sahid

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed