by

Sandiaga Dihadang Kampanye di Muncar Sandiaga:Jangan Lawan Kekerasan dengan Kekerasan

JAKARTA – “Prabowo-Sandi, Prabowo-Sandi. Prabowo-Sandi. Baju hijau duduk, baju hijau duduk semua duduk!” Itulah sebait lagu yang dinyanyikan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno di Muncar Kabupaten Banyuwangi, Selasa (19/3/2019) tadi.

Lantunan lagu ini sengaja dihadiahkan untuk menenangkan para pendukung dan simpatisan Capres dan Cawapres nomor urut 02. Mengingat suasana tegang sempat mewarnai kunjungan Cawapres Sandiaga Uno. Sandiaga Uno dan pendukungnya dihalang-halangi saat berkampanye di Muncar, Kabupaten Banyuwangi oleh sekelompok orang.

Baca juga:
Mahakam Pakai Dana Internal Pertamina, Freeport dengan Dana Hutang Bank

Betapa tidak tegang dalam kampanye siang itu, acara yang sudah diagendakan dan telah memenuhi segala prosedural formil kampanye secara nasional, ternyata bisa ”digagalkan” oleh sekelompok orang di Pasar Muncar dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muncar Banyuwangi.

Kali ini, Sandiaga harus bernyanyi dulu untuk relawan dan simpatisan di Posko Pemenangan Prabowo-Sandi Muncar. Nyanyian didendangkan sebelum memulai orasi politiknya. Hingga hadirin dan sejumlah tokoh yang hadir menilai bahwa betapa matangnya jiwa kepemimpinan sang Cawapres 02 ini. Sandiaga Salahuddin Uno menunjukkan performance kenegarawanannya.

“Betapa matangnya anak mudah ini. Sandiaga Uno pantas mendampingi Pak Prabowo sebagai pemimpin bangsa,” ucap seorang tokoh agama Islam Banyuwangi yang ikut hadir dalam acara ini.

Iring-iringan kendaraan rombongan dan pendukung Sandiaga Uno sebenarnya sudah “terasa” diganggu sejak masuk wilayah Kecamatan Muncar. Tapi begitu sampai di Posko Pemenangan Bersama Prabowo-Sandi Muncar, Sandiaga dan anggota Badan Kampanye Daerah Capres-Cawapres 02 mendapatkan informasi lokasi yang akan didatangi Sandiaga sudah “dikuasai” sekelompok orang. Kelompok ini menyatakan menolak kedatangan Sandiaga Uno.

Hingga akhirnya, Sandiaga Uno pun bisa menenangkan massa yang sempat marah. Karena sebelumnya, dengan adanya penghadangan dan penolakan kampanye di Muncar ini, rombongan simpatisan Sandiaga siap berangkat untuk melawan para penghadang. Tapi Sandiaga bisa mencegah dan menenangkan kepada mereka. Kemudian Sandiaga pun memenuhi janjinya menyapa pandukung di Banyuwangi dan harus berkampanye di Posko  Pemenangan Bersama Prabowo-Sandi Muncar.

“Kita mengalah saja! Tapi bukan untuk kalah, sebaliknya bentrok bukan menyelesaikan masalah. Tidak perlu melawan kekerasan dengan kekerasan,” jelas Sandiaga kepada pendukung dan kader militan pendukungnya.

Menurut Sandiaga, kita bisa menghadapi kelompok yang menolak dengan kelembutan hati dan jiwa besar untuk mengalah. Inilah sebuah kunci guna mencapai kemenangan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02.

Ketika itu, seorang pemuda mengatakatan, dirinya bersama kawan-kawan pendukung Sandiaga dan pendukung Capres Prabowo tidak takut berhadapan dengan kelompok penolak itu. Maka Sandiaga dengan bijak menjawab, dirinya tak gentar sedikit pun. Tapi jika dirinya dan rombongan tetap berkampanye di Pasar dan TPI Muncar, maka korbannya banyak akibat bentrok massal.

“Tenanglah Saudaraku semua, saya pun sebenarnya tidak gentar dan tidak takut sama sekali. Tapi kita hanya ingin menjaga suasana kondusivitas Banyuwangi. Banyuwangi ini sudah indah. Karena itu semuanya jangan terpancing dengan penghalang aktivitas kampanye kita,” pinta Sandiaga Uno kepada pendukungnya seusai bernyanyi.(oko)

Berita dan Editor: Redaksi DUALINK.ID

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed