by

WNI dari Wuhan Dijadwalkan Mendarat Hari Ini

DuaLink.id: Jakarta- Pemerintah RI akhirnya memutuskan mengevakuasi WNI dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, secepatnya. Berdasarkan data, terdapat 243 WNI yang masih berada di kota itu. Bila tidak ada hambatan, semua WNI yang berada di kota itu akan tiba di Tanah Air pada Sabtu (1/2/2020) ini.

Langkah itu menyusul  pengumuman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum lama ini, bahwa saat ini dunia dalam  situasi darurat kesehatan. Sebagaimana diberitakan DuaLink.id sebelumnya, keputusan mengumumkan situasi itu setelah China melaporkan lonjakan angka kematian terbesar dalam sehari.  Dalam keterangan Pemerintah China yang dikutip AP dan AFP, Jumat (31/1/2020), jumlah orang yang terinfeksi virus corona melonjak menjadi 9.692. Sebanyak 2.000 di antaranya merupakan penderita baru. Dari keseluruhan yang terinfeksi,  213 orang di antaranya dinyatakan meninggal.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dalam keterangan pers, Jumat (31/1/2020),  mengatakan  pemerintah akan mulai mengevakuasi warga Indonesia dari Wuhan, yaitu kota yang kali pertama ditemukan seseorang terienfeksi virus corona. Pesawat penjemput dijadwalkan berangkat ke China dalam waktu kurang dari 24 jam. Pemerintah memilih pesawat berbadan lebar, supaya semua WNI bisa terangkut dalam sekali penerbangan  langsung. Tanpa melalui transit di suatu tempat.

Sejauh ini belum ada keterangan dari Kemenlu dan Kemenkes maupun pihak terkait lainnya sehubungan dengan penanganan terhadap WNI dari Wuhan setelah  mereka mendarat di Bandara. Apakah mereka langsung diperbolehkan pulang atau dikarantina terlebih dulu di suatu tempat. Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, disebut-sebut menjadi pendaratan pesawat pengangkut mereka. Namun, pihak Asrama Haji Batam membantah bila tempatnya menjadi lokasi karantina untuk 243 WNI yang baru dijemput dari Wuhan tersebut.

Pihak Bandara Hang Nadim juga belum mengetahui, langkah lanjutan pemerintah setelah mereka mendarat di Batam. Hanya saja, terdapat  jadwal penerbangan dari Wuhan untuk pesawat Batik Air.

Baca juga:
Dosen Unair Ciptakan Program Penghitung Leukosit

Batik Air telah mengajukan izin khusus penerbangan sewaan (charter flight)  kepada Dirjen Perhubungan Udara, agar mendapatkan izin prinsip untuk penerbangan maskapai tersebut dari  Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, ke Wuhan, Sabtu (1/1/2020). Di kota asal mula virus corona, pesawat berbadan lebar yang disewa Kemenlu itu hanya berhenti sekitar 1 jam. Kemudian terbang ke Bandara Hang Nadim. (YOK)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed