by

PDM Gresik Sukses Kembangkan Pengajian Ahad Pagi

Keterangan Suasana pengsjian Ahad Pagi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik Ahad tanggal 2 Februari 2020 berlangsung hikmat

DuaLink.id: Gresik- Gerakan dakwah berupa pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh PD Muhammadiyah Kabupaten Gresik setiap Ahad pertama tiap bulan berjalan lancar, berkembang baik dan sukses.

Seperti yang dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah. Setiap pengajian Ahad pagi, yang hadir antara 500 sampai 1000 orang. Alhamdulillah pengajian kami terus berkembang kata Pak Syamsul salah seorang penanggungjawab dibenarkan oleh pak Sugeng.

Perkembangan ini dirasakan setelah pengajian Ahad pagi diadakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah. Masa rintisannya diadakan di kampus Unmuh Gresik yang jamaahnya tidak terlalu menggembirakan.

Narasumber yang memberikan tausiyah rata-rata dari luar kota. Misalnya Kyai Fanani pengasuh Pondok Modern Gontor, dari PP Muhammadiyah, dari Solo dari Surabaya dan kota lain.

Besarnya minat warga persyarikatan menghadiri pengajian Ahad pagi ini terdorong oleh banyak faktor, antara lain kesungguhan Pimpinan Daerah dalam mengelola narasumber yang dihadirkan serta jadwal acara yang disiplin.

Ahad tanggal 2 Februari 2020 hadir sebagai pembicara adalah Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Lumajang, Suharyo AP, SH yang menyampaikan materi tentang tugas Mulia Pribadi muslim.

Dijelaskan tugas Mulia Pribadi muslim mengilmui Islam, menghayati ajaran agama, mengamalkan ajaran agama, mendakwahkan dan membela agama.

Bicara tentang ilmu Suharyo menjelaskan, orang Islam harus terus belajar agama supaya tidak merasa paling benar dan tidak merasa paling sempurna. Ilmu yang kita miliki terlalu sedikit untuk di bangga-banggakan, ujarnya.

Terkait dengan menghayati ajaran agama menurut Ketua MUI Lumajang ini, sangat penting. Hal itu supaya agama yang kita amalkan tidak kering nilai spritual.

Kalau tanpa penghayatan yang mendalam keagamaan kita menjadi gersang, tegasnya.

Baca juga:
Thabit Ibn Qurra Si Penghitung

Dicontohkan ketika kita salat bersedekap, itu artinya kita diajari oleh agama kita untuk menyiapkan kehidupan setelah dunia dengan kondisi bersedekap yaitu kelak menjadi jenazah. Itu salah satu penghayatan dalam shalat, tuturnya.

Terkait dengsn mengamalkan ajaran agama, Suharyo mengajak warga persyarikatan untuk meniru kebiasaan Nabi yaitu salat tepat waktu, membiasakan ibadah sunnah, menghidupkan zakat, infaq dan shodaqoh.

Selain itu lanjutnya kita harus mencintai Alquran, menjadikan Alquran sebagai role model akhlak kita, suka membaca buku, tekun berorganisasi atau berjamaah dan biasa berpikir positif.

Suharyo mengaku respek pada kegigihan PD Muhammadiyah Gresik. Dia menilai pengajian Ahad pagi yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik berjalan luar biasa, baik, tertib, dan positif. (Jok)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed