by

EMPAT PERILAKU MULIA

-Hikmah-542 views

DUALINK.ID: Setiap orang berkeinginan menjadi orang baik. Ada dua syarat menjadi orang baik yaitu beriman dan beramal sholeh.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh mereka itulah sebaik-baik makhluk.” ( QS al-Bayyinah: 7).

Jadi seseorang menjadi mulia apabila dia berperilaku mulia.

Perilaku mulia itu tidak mudah tetapi apabila dilaksanakan dapat mengangkat derajat pelakunya menjadi orang mulia.
.
Ali bin Abi Tholib menyampaikan ada empat macam perbuatan yang sulit dilaksanakan tetapi dapat mengangkat derajat kelakuannya menjadi orang mulia.

1. Memaafkan selagi dalam kondisi marah.

Ini tanda orang yang bertakwa. Ia menahan amarah kepada sesama serta memaafkan kesalahannya.

Jika dia marah kepada seseorang tidaklah terburu nafsu untuk melepaskan amarahnya tetapi dipikirkan mendalam terlebih dahulu serta ditimbangnya dengan pikiran.

Allah berfirman, “Orang-orang yang mau berinfaq di waktu senang maupun dikala susah, menahan marah, dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan (Ali Imran 134).

Orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan diri ketika marah.

Nabi SAW bersabda orang yang kuat bukanlah orang yang pengguling orang lain. Orang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan diri ketika marah. (Muttafaq Alaih).

2. Dermawan sekalipun dalam keadaan miskin

Salah satu realisasi rasa syukur kepada Allah ialah menginfakkan sebagian harta yang telah diperoleh dariNya.

Orang yang suka menyedekahkan hartanya kepada orang lain padahal mereka sendiri membutuhkannya.

Orang-orang Anshor yang beriman sebelum kedatangan kaum Muhajirin, mengasihi orang-orang hijrah. Kepada mereka tidak iri meski muhajirin mendapat harta rampasan. “Barangsiapa memelihara dirinya daripada dzikir, mereka itu orang-orang yang menang”. (QS al-hasyr 9).

3. Menjaga diri ketika dalam kesendirian

Hal ini dicontohkan oleh Nabi Yusuf As. Ketika Zulaikha mengajak Yusuf berbuat jahat, dia menolaknya walau sangat memungkinkan.

Baca juga:
Keutamaan Bersedekah di saat Kekurangan

4. Berkata benar kepada orang yang ditakuti

Tidak mudah berkata benar misalnya ketika diminta untuk menjadi saksi dalam suatu perkara sementara orang yang disaksikan adalah orang yang ditakuti atau disegani atau masih kerabatnya sendiri.

Namun sebagai orang beriman dan bertakwa hendaklah berkata benar dan berpihak kepada yang benar hal ini diperintahkan oleh Allah,” Orang-orang yang beriman bertakwa kepada Allah dan berkatalah perkataan yang benar.” (QS al-Ahzab 70).

Semoga kita bisa mewujudkannya. (Ustadz Mulyo)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed