by

Jaga lisan Agar Hidup Selamat

-Hikmah-280 views

DUALINK.ID : Suatu ketika. Beberapa orang berjalan santai. Tiba-tiba ada yang nyeletuk, ” Ada bangkai musang. Uh…baunya busuk.”

Baunya memang busuk, tapi lihat…itu giginya tampak putih, dan bersih, jawab yang lain.

Dialog singkat ini memberi kesan bahwa kita harus utuh dalam melihat segala sesuatu.

Jangan hanya melihat sisi negatifnya saja. Hiidup selalu berpasangan ada positif juga ada negatif.

Kalau kita melihat sesuatu atau seseorang dari sisi negatifnya saja, maka tidak akan pernah ada baiknya.

Jangankan melihat dari sisi negatifnya, lha wong melihat positifnya terkadang tampak negarifnya.

Sayangnya dalam hidup ini banyak orang yang suka melihat kekurangan orang lain. Dia sibuk mencari aib orang lain.

Dia menghabiskan waktu, tenaga, dan energinya untuk mencari aib orang lain. Tentu saja selalu menemukan aib orang lain.

Dalam Hadis Qudsi Allah melalui Rasulullah Muhammad menyatakan, “Orang yang mampu menyimpan aib orang lain maka Allah simpan aib orang tersebut (mengampuni) di akkhirat.”

Hindarilah menggosip, ghibah, fitnah, caci-maki dan kebiasaan buruk lainnya. Kembangkan husnudzon atau baik sangka kepada orang lain agar kita terbisa menghargainya.

Doakan orang lain dengan doa terbaik agar kita menjadi orang mulia. Kelak kebaikan dalam doa kita mengalir kembali kepada kita sendiri.

Orang yang ahli wudhu ucapannya akan terjaga karena sebelum wudhu dilakukan dia berkumur dulu. Hal ini dikandung maksud rongga lisan kita menjadi bersih dari ucapan kotor.

Ucapannya selalu suci dan mengandung kebenaran, jauh dari hoax, apalagi kata-kata kasar dan menyakitkan.

Nabi Saw berpesan keluarga yang baik adalah keluarga yang tidak ada kekerasan ucapan dan tindakan fisik.

Suami yang baik adalah suami yang santun kepada anak dan istrinya. Singkat kata orang hebat itu orang yang ucapannya diwarnai dengan kebenaran dan kesucian.

Baca juga:
Ingin Jadi Orang Kaya?

Hal ini sebagai buah dari wudhunya yaitu berkumur.

Dunia ini terasa damai kalau seluruh umat menjaga lisannya dari ucapan yang membangkitan emosi.

Dunia terasa menyenangkan kalau orang yang biasa berbicara di mimbar selalu menjaga perasaan orang lain dari ketersinggungan.

Dalam komunikasi ada tiga kata saling terkait yaitu komunikator, pesan (message), dan komunikan.

Komunikator hendaknya mampu mengendalikan ucapan dengan baik dan benar.

Sedang message atau pesan berupa kebenaran yang disampaikan pada orang lain.

Sedang komunikan adalah penerima pesan atau jamaah pengajian.

Ketiganya diikat kesamaan tujuan, yaitu menjaga keutuhan, kerukunan, toleransi, dan kebersamaan.

Hindarilah hoax. Hal itu tidak manfaat. Bahkan merugikan orang lain.

Semoga kita bisa menjaga lisan dengan baik agar hidup selamat dan menyelamatkan orang lain. (Suharyo)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed