by

Wabah Belalang Serbu Afrika Timur

DUALINK.id – Sisi timur benua Afrika kembali diserang wabah belalang kayu. Wabah ini tercatat sebagai yang terburuk dalam 70 tahun terakhir.

Dikabarkan Associated Press edisi Rabu (19/02), ribuan belalang bergerak dan mencapai Sudan Selatan. Padahal, sekitar setengah dari populasi negara ini masih kelaparan setelah perang saudara bertahun-tahun.

Onyoti Adigo, Menteri Pertanian Sudan Selatan, di Juba mengatakan, sekitar 2.000 belalang terlihat masuk wilayahnya. Pihak berwenang mencoba mengendalikan wabah itu.

Sebelumnya, belalang terlihat di negara bagian Equatoria Timur dekat perbatasan dengan Ethiopia, Kenya dan Uganda. Serbuan wabah belalang dipengaruhi perubahan iklim di wilayah tersebut.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), lewat rilis Locust Watch edisi Senin, mengungkapkan, situasi wabah di Ethiopia, Kenya dan Uganda masih sangat mengkhawatirkan. Penyebaran belalang juga mencapai Sudan, Eritrea, Tanzania dan baru-baru ini ke Uganda.

Meshack Malo, perwakilan Sudan Selatan di FAO, mengatakan, tanah di Equatoria Timur berpasir sehingga memungkinkan belalang bertelur dengan mudah. “Pada tahap ini, jika kita tidak bisa menagani mereka, bakal menjadi masalah masar.”

Bisa dikatakan, Sudan Selatan lebih tidak siap daripada negara-negara lain di kawasan Afrika Timur untuk menghadapi wabah belalang. Lebih dari 5 juta orang sangat rawan pangan di Sudan Selatan. Sekitar 860.000 anak kurang gizi.

Lima tahun perang saudara menghancurkan ekonomi Sudan Selatan. Meski ada kesepakatan perdamaian 2018, rasa tidak aman masih tersisa dan terus membahayakan petugas distribusi bantuan.

Sementara, gerombolan belalang menginvasi sebagian besar wilayah timur Sudan Selatan. Para ahli mengatakan, kontrol paling efektif adalah penyemprotan udara dengan pestisida. Namun, jumlah pesawat dan pestisida masih kurang. Lebih banyak pesawat yang aktif di Kenya dan Ethiopia. (*)

Bagikan Sekarang!
Baca juga:
Layanan Lazismu, Beasiswa sampai Kaki Palsu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed