by

Penembakan Jerman; Tersangka Ditemukan Mati

DUALINK.id – Kasus dua penembakan beruntun di Hanau, Jerman, meminta korban lebih banyak. Kabar terakhir, sepuluh orang tewas dalam apa yang diselidiki sebagai ‘teror Hanau’ itu. Korban terakhir diduga pelaku penembakan ke dua bar shisha (hookah).

Media lokal pada Jumat (21/02) menyebut, tersangka bernama Tobias R, warga Jerman, ditemukan tewas di sebelah tubuh wanita berusia 72 tahun. Sebelumnya, dikonfirmasi ada delapan jenazah jadi korban penembakan membabi buta di dua tempat hookah.

Sebelum bunuh diri, tampaknya tersangka sempat meninggalkan manifesto ektrim-kanan lewat video dan surat. Surat dan video itu menunjukkan tanda-tanda paranoia.

Lewat video, dia berbicara tentang perlunya menghancurkan komunitas yang tidak lagi dapat diusir dari Jerman. Ia juga merendahkan imigran Arab dan Turki. Di antara suratnya, ia berpesan pada orang Amerika bahwa ada fasilitas bawah tanah tempat anak-anak dan dianiaya dan dibunuh. Ini mendesak orang Amerika untuk “bangun dan berjuang” melawan ini.

Tobias R ditemukan tewas ketika polisi menyerbu rumahnya di Hanau pada Kamia dini hari. Jenazah seorang wanita tua juga ditemukan. Ada laporan wanita itu ibu Tobias, namun belum bisa dikonfirmasi.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengecam keras traged di Hanau pada Kamis (20/02) itu. Ia berjanji memerangi mereka yang mencoba memecah-belah negaranya menurut garis etnis. “Rasisme adalah racun. Kebencian adalah racun. Racun ini ada di masyarakat kita,” kata Merkel kepada wartawan.

Jaksa federal mencurigai ada unsur terorisme dalam penembakan di kota Hanau. Peter Beuth, menteri dalam negeri negara bagian Hesse di Jerman, mengatakan ada situs web yang diyakini milik tersangka sedang diselidiki. “Analisis awal halaman web tersangka menunjukkan motivasi xenophobia,” katanya.

Baca juga:
Al-Zarqālī, Si Tukang Logam Inspirator Astronomi

Dia mengatakan, jaksa federal mengambil alih penyelidikan kejahatan dan memperlakukannya sebagai tindakan terorisme domestik. “Ini serangan terhadap masyarakat kita yang bebas dan damai,” katanya.

Beberapa korban diyakini orang Turki. Juga ada orang Bosnia. Umumnya orang Turki dan Bosnia di Jerman adalah muslim. Lalu, ada juga satu orang Polandia.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengatakan konsulat di Frankfurt dan kedutaan di Berlin berusaha mendapatkan informasi mengenai serangan itu. “Menurut informasi awal, itu serangan dengan motif rasis. Tapi kami menunggu pernyataan (resmi),” kata Cavusoglu. (*)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed