by

Bagaimana TikTok bisa Viral dan Hasilkan Uang?

DUALINK.id – TikTok tidak hanya menjadi ajang hiburan melainkan juga menjelma sebagai life style. Seiring banyaknya pengguna aplikasi TikTok, masyarakat mengabadikan setiap momen keseharian melalui video berdurasi 15 detik dengan efek musik aneka ragam. Bahkan, aplikasi ini dilirik berbagai kalangan. Selebriti, dokter, psikolog, hingga beberapa startup ternama bersaing menyajikan konten kreatif.

Irfan Wahyudi, SSos, MComms, PhD, pengamat media Universitas Airlangga, menyebut media sosial TikTok memang menjelma menjadi tren. “Penggunannya sangat dinamis. Para pengguna mencari platform yang sesuai karakteristik masing-masing. TikTok ini memberi user kesempatan membuat short clip (video pendek) sekreatif mungkin.”

Menurutnya, fenomena TikTok bukan hal baru. Beberapa media sosial lain seperti Instagram, Snapchat, dan Facebook juga menghadirkan fitur yang sama.

Namun, tidak hanya di Indonesia, TikTok juga aplikasi yang begitu digemari di berbagai belahan dunia. Dilansir The Guardian, hampir setengah dari generasi milenial dan generasi Z –dengan usia 13-38 tahun­– di Amerika Serikat ingin menjadi influencer salah satunya di media sosial TikTok.

“Pada awal peluncuran, aplikasi TikTok sempat dituduh sebagai spionase Cina atas masyarakat Amerika Serikat. Dengan menggunakan aplikasi TikTok, maka pengguna membagikan data pribadi pada Pemerintah Cina. Lain halnya ketika pasang Instagram atau Facebook  yang kabarnya bebas penjualan data pengguna. Faktanya, TikTok tetap jadi aplikasi yang digemari,” kata dosen Ilmu Komunikasi tersebut.

Banyak kalangan melirik TikTok sebagai ladang bisnis baru. Para influencer yang disebut seleb TikTok, berkolaborasi mempromosikan berbagai brand dalam video TikTok-nya. Begitu pula startup yang berbebondong-bondong mencuri perhatian dengan memasarkan produknya lewat TikTok.

Irfan berpendapat, TikTok juga dapat digunkan untuk membentuk personal branding. Para influencer membangun persona  agar mendapatkan followers TikTok sebanyak mungkin. Hal tersebut dimaksudkan untuk membuka peluang endorse yang lebih besar.

Baca juga:
Jajan Ndeso Murah Meriah di Wonosalam

“Melihat fenomena ini, TikTok ke depan mungkin tidak bertahan lama jika hanya fitur itu saja yang ditawarkan. Namun, melihat perkembangan pesat jumlah penggunanya, bukan tidak mungkin aplikasi ini akan tumbuh menjadi sangat besar seperti Instagram dan Facebook,” kata Ifan. (*)

 

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed