by

Buat Apa Mengeluh?

-Hikmah-287 views

Ilustrasi

DUALINK.ID: Sifat “mengeluh” seolah telah menjadi milik setiap orang. Mulai rakyat sampai pejabat. Dari tukang kusen sampai presiden.

Keluh kesah kita dengar tiap hari mulai pasien sampai dokter, baik disampaikan lewat Facebook maupun Twitter.

Padahal keluhan itu tidak menyelesaikan masalah. Justru sebaliknya orang yang suka mengeluh semakin terasa berat dan tersisih.

Semakin kuat tidak mengeluh kian cepat sampai puncak kebahagiaan. Bisa dibayangkan sakitnya fisik Bilal bin Rabah ketika disiksa majikannya.

Bilal hanya menyebut Allah.. Allah.. ..Allahu ahad… ahad …ahad. Kemampuan Bilal tidak mengeluh menyebabkan namanya harum sepanjang sejarah kehidupan. Bilal menjadi pribadi mulia dan anggun.

Kita perlu belajar dari kehidupan ini. Allah Swt memberi teladan melalui alam sekitar.

Lihat ayam begitu sabar mengerami telurnya sampai menetas 3 mingguan walau tubuhnya sampai panas. Banyak jenis ikan yang sabar memendam dirinya di dalam lumpur saat kemarau sampai musim hujan datang.

Masih banyak contoh lain. Kita bisa belajar dari pensil. Alat tulis tersebut memberi pelajaran penting bagi kita.

Pertama pensil bisa bergerak atau menulis kalau ada tangan yang menggerakkan. Begitulah halnya dengan kita.

Dalam kehidupan, manusia bisa bergerak melakukan sesuatu karena kekuasaan Allah.

Kedua pensil itu ketika tumpul harus diraut. Ini menggambarkan bahwa kehidupannya kadang-kadang perlu diasah agar tajam kembali.

Datangnya penderitaan, cobaan, ujian, dan lain-lain adalah kemampuan Allah untuk menajamkan kembali fungsi kemanusiaan kita.

Ketika Allah “meraut” kita mungkin terasa sakit tetapi itulah yang Allah mau sehingga kita menjadi tajam rasa punya, kepekaan spritual dan lebih Istiqomah beragama.

Ketiga dalam menulis, pensil terkadang melakukan kesalahan. Tetapi tidak perlu khawatir karena di ujung yang lain ada penghapusnya.

Baca juga:
Dari Istighotsah ke-7 di Ponpes Amanatul Ummah: Wagub Emil Dardak Datang Minta Doa Ulama

Artinya kalau kita melakukan kesalahan tidak perlu berkecil hati karena masih ada Pintu Taubat buat kita.

Pintu ampunan Allah jauh lebih luas ketimbang dosa yang dilakukan manusia.

Keempat bagian yang paling penting dari pensil adalah bagian dalamnya.

Begitu juga manusia bleger fisik bukan penentu tetapi hatinya yang bisa menyebabkan dia menjadi orang baik atau tidak kalau hatinya baik seluruh perbuatan akan baik.

Kelima pensil meninggalkan coretan atau goresan. Begitu juga kehidupan kita.

dalam sehari-hari kita menggores sesuatu yang itu nanti akan menjadi catatan sejarah kebaikan kita atau keburukan kita.

Maka goreslah kehidupan ini dengan catatan-catatan penting, baik, dan bermanfaat.

Mudah-mudahan renungan ini ada guna dan manfaatnya. Amin (Zakiyah)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed