by

Ketika Mantan Preman Aktif Berdakwah (bag. 1)

Kegiatan dakwah yang diikuti mantan preman, H. Sugiartono yang kini benar benar taubat

 

DUALINK.ID: Berdakwah itu tidak mudah apalagi yang dihadapi adalah orang- orang yang bermasalah.

Diperlukan kesabaran tingkat tinggi. Begitulah yang dirasakan oleh Ustadz Sugiartono. ” Saya 3 tahun belajar kesabaran,” ujarnya.

Kisah Mantan preman ini disampaikan di sela-sela peresmian Gedung Serbaguna Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Lumajang di tengah-tengah eks lokalisasi sumbersuko.

Ayah tiga anak dan kakek dari dua cucu ini mengaku benar-benar bertaubat dari masa lalunya yang begitu gelap.

Dulu semua pekerjaan terlarang dilakukannya. Misalnya minum, merampok, dan pekerjaan buruk lain.

Suatu ketika dia dihadapkan pada pilihan ekstrem untuk menentukan sikap hidup, apakah terus pilihan itulah yang mengantar Sugihartono berubah menjadi orang agamis seperti sekarang.

Waktu itu ada guru spiritual yang mengatakan, “Lanjutkan perbuatanmu atau berhentilah. Kalau engkau lanjutkan nanti menjadi ratunya orang jahat dan kalau kau berhenti dan ikut Kiai maka akan menjadi orang baik.”

Terjadilah perang batin untuk menentukan pilihan tersebut dan pada akhirnya dia memilih menjadi orang bertaubat agar menjadi orang baik.

Sejak itu kemudian aktif mengikuti kajian-kajian keagamaan dan bersama tetangganya mengikuti Istighosah, manaqiban dan sebagainya.

Saya juga ikut berdakwah katanya. Bedanya kalau mubaligh yang lain berdakwah menggunakan kitab, sedang saya tidak tahu kitab hanya berdasarkan kenyataan sehari hari, ujarnya.

“Dalam berdakwah yang penting saya membahagiakan orang. Hal itu sebagai balas budi karena ketika saya masih terjun di dunia gelap saya sering menyakiti orang lain.” (*bersambung)

Bagikan Sekarang!
Baca juga:
Dakwahnya Begitu Menyentuh, Banyak yang Taubat (Bag.2)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed