by

Dakwahnya Begitu Menyentuh, Banyak yang Taubat (Bag.2)

Dakwahnya sangat menyentuh sehingga banyak orang yang taubat.

DUALINK.ID: Ada beda yang mencolok antara dai yang satu ini dengan yang lain.

Dia tidak banyak mengutip kitab atau ayat-ayat Alquran. Ia sekedar mengajak, mempengaruhi, dan mendorong orang lain agar berubah lebih baik.

Itulah dakwah Ustad H. Sugiartono yang mengaku sebagai mantan preman. Misal, kalau mengajak orang lain berhenti minum, mereka tidak dilarangnya tetapi justru dibiayai untuk minum sampai kapok.

Setelah itu baru diajak bicara dari hati ke hati. Saya biasanya berdakwah di lesehan, di tempat prostitusi dan di tempat lain. Alhamdulillah banyak yang  bertaubat, katanya.

Di Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang ada sekitar 60 orang yamg berhenti dari kebiasaan gelapnya.

Serang di Kecamatan Kunir sekitar 50 orang yang tobat. Begitu juga di Kecamatan lain cukup banyak yang tersentuh dakwahnya. Termasuk di Kabupaten lain seperti Probolinggo dan Jember.

Saya tidak peduli orang bicara apa yang penting saya bermaksud baik. Yaitu mengajak mereka berubah ke arah yang lebih baik.

Kalao soal komentar orang bermacam-macam. Saya tidak peduli semua itu. Yang penting Allah Maha Tahu, katanya.

Ditanya mengapa tidak berdakwah di desa asalnya yaitu di tempat eks prostitusi Sumbersuko, dia menjawab  hal itu untuk bagi-bagi tugas dengan Gus Nuris, dai muda yang melanjutkan perjuangan ayahnya sebagai Perintis dakwah di Kompleks prostitusi.

Saya memilih tempat di luar saja katanya. Dia mengaku bahwa Masih banyak orang yang perlu didakwahi di luar sana dan dia yakin mereka itu masih bisa diajak untuk menuju jalan kebenaran sesuai petunjuk agama.

Dia berjanji pada dirinya tidak akan kenal berhenti untuk mengajak orang lain menuju Amaliah agama yang benar. Semoga sukses (har)

Bagikan Sekarang!
Baca juga:
Ketika Mantan Preman Aktif Berdakwah (bag. 1)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed