by

Corona Juga Tumbangkan Harga Minyak Dunia

DUALINK.id – Harga minyak dunia pada Kamis (27/02) anjlok lagi hingga ke level terendah sejak Januari 2019. Meningkatnya jumlah kasus virus corona baru (COVID-19) di luar Cina memicu kekhawatiran bahwa pandemi memperlambat ekonomi global sehingga menurunkan permintaan minyak mentah.

Laporan wartawan Reuters Yuka Obayashi dari bursa minyak di Tokyo menyebutkan, minyak mentah Brent LCOc1 turun 63 sen atau 1,2% menjadi $ 52,80 per barel pada pukul 0414 GMT. Kontrak sebelumnya jatuh ke level $ 52,57 atau yang terendah sejak 2 Januari 2019. Bursa berjangka West Texas Intermediate (WTI) CLc1 turun 65 sen atau 1,3%, menjadi $ 48,08 per barel. Ini sebelumnya sempat anjlok jadi $ 47,84, atau yang terendah sejak 4 Januari 2019. Dalam lima sesi perdagangan hingga Kamis, Brent turun 11%, WTI turun 10,6%, dengan persentase penurunan lima hari terbesar sejak Agustus 2019.

Pada Rabu, untuk pertama kalinya, jumlah infeksi COVID-19 di luar Cina (tempat bersumbernya wabah) melebihi jumlah kasus baru di Cina. Penyebaran COVID-19 ke beberapa negara ekonomi kuat termasuk Korea Selatan, Jepang dan Italia telah memicu kekhawatiran permintaan bahan bakar akan terbatas. Konsultan Global Energy Fact memperkirakan, pertumbuhan permintaan minyak hanya 60.000 barel per hari pada tahun 2020, atau “praktis nol pertumbuhan”, karena meluasnya wabah COVID-19.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu meyakinkan warganya bahwa risiko coronavirus “sangat rendah”. Namun, pasar saham Asia terlanjur jatuh pada Kamis pagi, karena investor khawatir penyebaran virus akan mengganggu ekonomi global. Karantina dan langkah-langkah lain untuk menghentikan virus bisa memperlambat perdagangan dan industri.

“Spekulasi bahwa COVID-19 menyebar ke Amerika Serikat langsung mendorong serangkaian penjualan saham,” kata Kazuhiko Saito, kepala analis di Fujitomi Co. “Jika wabah terus memburuk di Amerika Serikat, harga minyak kemungkinan anjlok lebih jauh. Labih-lebih, harga bensin di Amerika Serikat sudah jatuh.”

Baca juga:
5 Prodi Baru Unair Tampung 500 Mahasiswa

Amerika Serikat adalah produsen dan konsumen minyak terbesar di dunia.

Di Amerika Serikat, stok bensin turun 2,7 juta barel dalam minggu ini menjadi 256,4 juta pada 21 Februari. Administrasi Informasi Energi (EIA) mengatakan, ini terjasi di tengah penurunan produksi di kilang. Persediaan destilasi turun 2,1 juta barel menjadi 138,5 juta barel.

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed