by

Benarkah Kopi Bisa Turunkan Berat Badan?

DUALINK.id – Dengan semakin menjamurnya bisnis perkopian, banyak pula masyarakat yang mendapatkan manfaatnya. Salah satunya, kopi bisa digunakan untuk menurunkan berat badan.

Stefania Widya S., dosen gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga.

Stefania Widya Setyaningtyas SGz MPH, dosen gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) mengatakan, banyak penelitian mengungkapkan kopi berpengaruh terhadap regulasi tubuh dalam membentuk berat badan. Ditengarai, kopi memberi dampak positif untuk menurunkan berat badan melalui beberapa mekanisme.

Efek yang timbul setelah minum kopi bermacam-macam. Mulai dari meningkatnya detak jantung hingga berkurangnya rasa kantuk. Itu semua terjadi karena metabolisme dalam tubuh mengalami peningkatan setelah minum kopi.

Ia menyebut, ada dua kandungan utama kopi yang berpengaruh pada penurunan berat badan. Kafein dan asam klorogenat mampu meningkatkan pembakaran energi sehingga menyebabkan terjadinya pembongkaran cadangan lemak untuk menyuplai kekurangan energi dalam tubuh. Asam klorogenat juga mengatur respon lapar dan kenyang dengan cara memengaruhi hormon leptin dan ghrelin.

Tidak ada jenis kopi khusus untuk penurunan berat badan tersebut. Pada dasarnya, semua kopi mengandung kafein dan asam klorogenat. “Namun, ada penelitian yang mengungkapkan kopi hijau mengandung lebih banyak asam klorogenat. Asam klorogenat ini berpengaruh menurunkan berat badan.”

Ada penelitian di Indonesia yang membahas pengaruh kopi terhadap UCP (uncoupling protein) di dalam mitokondria sel dan berfungsi membakar lemak. “Ternyata, orang yang tinggi konsumsi kopi memiliki jumlah UCP lebih banyak. Artinya, orang tersebut lebih banyak membakar energi daripada orang yang tidak mengonsumsi kopi.”

Agar manfaat penurunan berat badan bisa maksimal, maka kopi yang diminum harus tanpa gula. Mengapa? Karena gula itu sumber energi tubuh sedangkan kopi berfungsi membakar energi. Kalau yang diminum kopi banyak gula, ya impas.

Baca juga:
DKV ITS Berkarya untuk Cegah Penyebaran COVID-19

Bahkan, kopi yang mengandung gula atau tambahan lainnya juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Misalnya, membuat denyut jantung tidak normal. Biisa juga, eorang menjadi obesitas karena kelebihan asupan energi dari tambahan gula pada kopi.

Selain menurunkan berat badan, beberapa penelitian menyebut kandungan polifenol pada kopi dapat mencegah penyakit kardiovaskuler khususnya aterosklerosis. Alzheimer bisa dicegah karena kopi dapat melancarkan aliran darah ke otak.

Meski berdampak positif terhadap penurunan berat badan dan banyak manfaat lain, konsumsi kopi jangan berlebihan. Dalam sehari, dianjurkan tidak minum kopi lebih dari empat cangkir. (*)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed