by

Pemuda Teladan Raih Kemenangan

-Hikmah, Islam-183 views

Ilustras Foto : Berdoa

dualink.id : Narkoba telah merajalela di mana-mana. Barang haram itu telah melanda dunia pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.

Oleh karena itu, sejak dini para orang tua hendaknya membentengi anak-anaknya dari narkoba dan perbuatan terlarang lainnya.

Berkenaan dengan hal tersebut ada kisah menarik.

Suatu ketika seorang pemuda sedang duduk-duduk di tepi sungai. Angin yang bertiup sepoi-sepoi basa membuat ia tertidur.

Setelah terbangun, tiba-tiba ia melihat sebiji jambu hanyut terbawa aliran sungai. Karena lapar, diambilnya jambu itu lalu dimakannya.

Baru saja mendapat satu gigitan, ia sadar bahwa jambu itu bukan miliknya. Menyadari hal tersebut, ia segera menghentikannya. Ia bersedih dan menyesali perbuatannya.

Akan tetapi, ia tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Untuk mengobati kesedihan dan menjaga keselamatan dirinya, pemuda itu segera berdiri. Dilangkahkannya kakinya menuju arah hulu sungai. Ia berharap bisa menemukan pohon jambu yang buahnya terlanjur dimakannya.

Setelah menempuh perjalanan jauh dan melelahkan, di depannya terlihat pohon jambu yang tumbuh subur dan lebat buahnya. “Mungkin inilah pohon jambu yang kucari,” bisiknya dalam hati.

Setelah pemuda itu berpaling ke sana kemari, terlihat olehnya sebuah rumah sederhana. Didekatinya rumah itu. Diketuknya pintunya dan mengucapkan salam.

Tidak lama kemudian, keluar seorang laki-laki dengan wajah ceria. Dengan seizin tuan rumah, masuklah pemuda itu lalu duduk di kursi yang telah disediakan.

Dengan sopan pemuda itu memperkenalkan diri, kemudian bertanya tentang jambu yang ada di tepi sungai.

Setelah mendapat jawaban dari tuan rumah, pemuda itu bercerita tentang apa yang dialaminya. Selanjutnya, dengan penuh harap pemuda itu meminta agar tuan rumah mengikhlaskan dan menghalalkan jambu yang terlanjur dimakannya.

Baca juga:
Ya Rasulullah, Saya Ingin Jadi Orang Alim

Tuan rumah tidak keberatan menghalalkan jambu itu dengan syarat si pemuda bersedia menikahi anak perempuannya.

Laki-laki itu menyampaikan bahwa anak gadisnya buta, tuli, bisu, dan lumpuh. Demi halalnya itu, dengan mantap si pemuda menyatakan siap menikahi gadis yang dimaksud tuan rumah.

Begitu mendengar jawaban si pemuda, laki-laki itu masuk ke dalam rumah. Tidak lama kemudian, ia keluar bersama seorang gadis jelita.

“Inilah anak saya yang saya katakan buta, tuli, bisu, dan lumpuh,” katanya.

“Buta maksudnya tidak pernah menggunakan matanya untuk melihat hal-hal yang mendatangkan dosa. Tuli maksudnya selalu menggunakan telinganya untuk mendengarkan nasihat, tausiyah, bacaan Al-Qur’an, dan perkara-perkara yang mendatangkan pahala,” tambahnya.

“Adapun bisu maksudnya tidak pernah menggunakan mulutnya untuk berdusta, menggunjing, mengejek, mengumpat, dan perkataan-perkataan yang menyinggung perasaan dan menyakitkan hati orang lain. Sedangkan lumpuh maksudnya keluar rumah kalau ada keperluan saja dan tidak melanggar syar’i,” tandasnya.

Pemuda tampan itu pun akhirnya dinikahkan dengan gadis cantik jelita lahir dan batinnya.

(Mulyo)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed