by

Kontes Durian Unggulan Wonosalam di DeDurian Park

DUALINK.id – Kontes Durian Unggulan Wonosalam digelar di DeDurian Park pada 1 Maret 2020. Kontes ini diikuti 36 peserta yakni para petani durian di Kecamatan Wonosalam.

Kontes Durian Unggulan ini bagian dari rangkaian acara Kenduri Durian Wonosalam yang diadakan mulai 2012.

Biasanya, kontes ini digelar H-1 dari Kenduren Durian. Namun, setelah kesepakatan masyarakat, kontes kali ini (2020) digelar seminggu menjelang Kenduri Durian.

Jalaludin, ketua panitia kontes, menjelaskan Kontes Durian Unggulan dan Kenduri Durian ini pernah sekali tidak dilaksanakan yakni pada 2017 karena gagal panen. Kini, pada 2020 Ini, ada lompatan dari penyelanggaraan sebelumnya.

“Penyelenggaranya kali ini dilaksanakan masyarakat murni. Jurinya dari pihak netral,” kata Cak Jalal.

Sebagai koordinator juri, Profesor M. Reza Tirtawinata dosen/peneliti IPB yang juga Yayasan Durian Indonesia. Juri lainnya dari Balai Penelitian dan Sertifikasi Benih (BPSB) Jatim, dan Balai Penelitian Tanaman Pangan (BPTP) Karangploso, Malang.

Penilaian berdasarkan rasa (35%), daging buah (30%), buah dan biji (20%), kulit (10%), dan aroma (5%). Nilai 85 – 90 sangat bagus, 75 – 80 bagus, 60 – 70 rata-rata, 50 – 55 kurang bagus, 40 – 45 jelek.

Profesor Reza, selaku juri tingkat nasional, mengatakan, “Salah satu cara untuk menemukan durian unggulan adalah lewat kontes. Saat kontes, peserta tentu membawa durian terbaik yang mereka punya. Juaranya mendapat hadiah dan popularitas sehingga duriannya bisa dijual lebih tinggi. Bibitnya bisa dikembangkan di masyarakat, sehingga nantinya perekonomian juga meningkat.”

Di Wonosalam, sudah ada durian jenis Bido yang terdaftar secara nasional sebagai durian unggulan. Lewat kontes ini, diharapkan ditemukan durian alternatif yang juga unggul.

Dalam kontes ini, peserta disyaratkan mendaftar dan mengisi formulir, setor tiga butir durian unggul, dan menyertakan foto kopi KTP. Formulir antara lain berisi data pohon. Setelah penilaian buah, juri akan melakukan cross-check ke pohon yang dilaporkan.

Baca juga:
Co-Founder Riliv Beri Motivasi Calon Maba UNAIR

Acara Kenduri Durian 2020 ini punya sejumlah sub-event yang digelar Februari hingga Maret. Antara lain, pada 1 Maret ada Explore Galengdowo, 5 Maret ada Istigotsah di Masjid Darussalam, 6 Maret ada Senam dan Jalan Sehat di Lapangan Wonosalam, 7 Maret ada Senam Satria Nusantara di Lapangan Wonosalam, 7 Maret ada Festival Jaranan di Lapangan Wonosalam, 7 – 8 Maret Wonosalam EXPO di Lapangan Wonosalam, 7 – 8 Maret ada Festival Kopi di Lapangan Samping Makoramil, 7 Maret penampilan Kartolo dan Ludruk Budhi Wijaya di Kampoeng Djawi Carangwulung, 7 Maret ada ngopi gratis 2020 cangkir di Kampung Adat Segunung, 15 Mei ada Andum Apukat, dan 22 Maret ada Tumpeng Manggis.

Puncak acara, yakni Kenduri Durian 8 Maret, bakal dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Andar Parawansa, serta Bupati dan Wabub Jombang. Turut diundang, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan empat menteri (Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Wishnutama, dan Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar). (*)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed