by

Hadapi Virus, Sistem Kekebalan Pegang Peranan

DUALINK.id – Belakangan ini, dunia diguncang penyakit yang disebabkan virus corona (COVID-19). Wabah pertama kali mencuat di kota Wuhan di Cina pada Februari. Sekarang, penyakit ini merambah 70 negara, termasuk dua kasus di Indonesia. Tanda-tanda berhenti belum terlihat.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah virus? Selain pembasmian, dan pengobatan, secara internal kita perlu meningkatkan sistem kekebalan (imunitas) tubuh. Sistem kekebalan tubuh kita bertugas menangkal dan membasmi bibit penyakit yang masuk.

Sistem kekebalan tubuh adalah satu kesatuan ‘pelindung defleksi’ internal yang memberi kita ketahanan terhadap infeksi dan racun. Itu berupa sel, jaringan, dan organ kompleks yang bekerja bersama melalui serangkaian proses untuk melindungi tubuh.

Timus, sumsum tulang, dan kelenjar getah bening adalah bagian-bagian kunci dalam fungsi kekebalan tubuh. Operasinalnya, sel darah putih (leukosit) bertugas mencari dan melawan infeksi saat sudah masuk ke dalam tubuh.

Sekitar 80% jaringan kekebalan terletak di dalam saluran pencernaan. Ini bertindak sebagai penghalang antara aliran darah dan patogen potensial dari luar. Juga ada mikrobiome (jutaan mikroorganisme dan bakteri yang hidup di dalam usus) juga memainkan peran penting dalam respon imun.

Sistem kekebalan dibagi secara luas menjadi dua. Ada yang respon bawaan dan ada yang adaptif.

Sistem kekebalan bawaan sudah kita miliki sejak lahir. Sangat cepat mengendalikan penyebaran patogen yang menyerang, dan bereaksi terhadap infeksi spesifik. Respons bawaan ini biasanya menyebabkan suhu tinggi, muntah, produksi lendir berlebih, hidung mengalir, ketika tubuh mencoba dengan cepat membersihkan diri dari penyerang.

Respons kekebalan adaptif lebih spesifik. Dalam masa-masa bayi, kita menghasilkan jutaan sel imun acak dan adaptif. Sel-sel ini spesifik untuk tantangan bahaya infeksi tertentu, atau yang tidak berbahaya karena makanan atau masalah komponen tubuh. Misalnya, insulin atau jaringan sendi.

Baca juga:
RSU Muhammadiyah Lumajang Kembangkan Layanan Medis dan Religi

Biasanya, butuh beberapa waktu bagi sistem kekebalan adaptif untuk menyaring semua kekhususan ini dan menemukan satu yang sesuai dengan infeksi yang Anda hadapi. Dalam kebanyakan kasus, setelah sistem kekebalan tubuh menemukan kecocokan spesifik yang menghilangkan virus atau bakteri, itu akan menghasilkan sel-sel memori yang memberi kita kekebalan seumur hidup untuk infeksi tertentu.

Jika seseorang dalam sehat dan mendapat cukup asupan gizi yang baik, maka sistem kekebalan tubuh akan seimbang dalam kemampuannya mengenali racun, virus, dan bakteri, lalu membuat serangan yang tepat agar kita terhindar dati penyakit. Reaksi kekebalan tidak berlebihan sehingga menyerang bagian tubuh sendiri (reaksi otoimun). (*)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed