by

Ingin Jadi Orang Kaya?

-Hikmah-124 views

DUALINK.ID: Ya Rasulullah, Aku mau menjadi orang paling kaya.
Baginda Rasul SAW menjawab,” Jadilah orang yang yakin pada dirimu maka engkau akan jadi orang kaya.

Menurut Nabi, “Yang dimaksud kaya adalah kaya jiwa”.

Kaya jiwa itu bisa berupa kaya hati, kaya semangat, kaya cita-cita, punya motivasi hidup, selalu optimis, urientasi hidupnya selalu ke depan bukan selalu menoleh ke belakang.

Orang yang hartanya banyak, tetapi nyalinya ciut berarti “miskin”. Orang yang semangatnya menyala-nyala dapat menghapus kesan “miskin” harta di mata orang lain.

Bangsa yang kaya adalah bangsa yang tidak suka ngemis kepada bangsa. Begitu juga pribadi yang kaya adalah pribadi yang tidak suka mengeluh.

Dalam praktek, ada orang yang menerjemahkan kata kaya itu selalu bersifat materi. Dan, lagi kaya diukur dari sisi kwantitas, bukan kwalitas.

Orang yang menilai kaya dari aspek harta hendaknya dilihat dari sisi kwalitas. Maksudnya, kaya yang barokah.

Di antara keyakinan itu adalah diri kita adalah tercipta dengan sebaik-baik bentuk dengan kelengkapan tubuh yang sangat sempurna dan kaya.

Secara fisik, “harga” tubuh kita begitu mahal. Berapa harga nafas yang keluar masuk setiap detik? Kalau dinilai dengan rupiah, harga tabung oxigen, per hari Rp 1 juta. Maka, dalam seminggu Rp 7 juta, dan sebulan Rp 30 juta, setahun Rp 365 juta. Kalau satu tahun setengah sekitar Rp 0,5 miliar.

Berapa umur kita sekarang? Dan berapa nilai nafas yang kita pakai selama ini? Misalnya umur 30 tahun x Rp 0,5 miliar berarti harga nafas kita Rp 15 miliar. Masya Allah, begitu mahal…

Itu baru nafasnya, belum termasuk “mesin” tubuh kita, misalnya yang bernama jantung, ginjal, hati, lambung, paru-paru, mata, telinga, dan organ tubuh yang lain. Berapa puluh miliar bahkan ratus milar harga semuanya itu? Luar biasa mahalnya.

Baca juga:
Tiga Perilaku yang Dicintai Allah

Coba ikuti penuturan salah seorang anak negeri ini yang pernah menjadi Menteri BUMN, Dahlan Iskan ketika melakukan operasi cangkok hati. Biayanya sungguh luar biasa mahal. Itu baru salah satu organ tubuh belum yang lain-lain….

Maka yakinlah pada diri kita agar kita menjadi orang kaya dalam kehidupan ini.
*****
Kaya dan miskin itu hanya soal “rasa”. Ada orang yang hidupnya pas-pasan tapi merasa kaya sehingga hidupnya tidak “panas”.

Sebaliknya, ada orang yang hartanya melimpah tapi masih merasa miskin sehingga kadang gelap mata mengambil yang bukan haknya. Jadi, sekali lagi, kaya dan miskin hanya soal “rasa” saja.

Konon, ada abang becak yang hartanya pas-pasan. Tetapi dia merasa kaya. Maka, dia ingin berbagi kepada orang lain. Hasil “rapat” dengan istrinya, setiap Jumat semuapenumpang yang naik becaknya digratiskan.

Suatu jumat, dia mulai mengayuh becaknya. Datanglah seorang penumpang. Setelah minta antar ke rumahnya, dia membuka dompet, hendak membayar.
“Bu…. tidak usah membayar. Hari ini adalah Jumat. Setiap Jumat semua penumpang becak saya gratis,” ujarnya.
Betul begitu Pak, tanya ibu tadi penasaran.
Betul, jawabnya.
Kalau begitu terima kasih, jawabnya enteng.
Abang becak tadi melanjutkan pekerjaannya, mengayuh becak entah ke mana saja.
Jumat berikutnya, ibu tadi kebetulan naik becak yang sama. Dan peristiwanya sama, ketika sampai di depan rumahnya, abang becak kembali menolak uang ibu itu. “Bu… lupa ya, sekarang kan Jumat!, gratis, ujarnya.

Ibu tadi penasaran. Dicarinya rumah abang becak tadi. Setelah ketemu, dia bertanya kepada istrinya, apa motivasi suaminya kok menggratiskan penumpang becak setiap Jumat. “Suami saya itu ingin infaq kepada orang lain tetapi tidak punya harta. Maka yang bisa dilakukan hanyalah dengan cara menggratiskan penumpangnya,” ujar istrinya.

Baca juga:
Awali Hidup dengan Bersyukur

Kalau begitu, saya menghargai niat baik bapak. Salam kepada suami ibu, dan dengan ibu sekalian, tahun depan menunaikan ibadah haji dengan saya. Semua ongkosnya saya tanggung ya…..

Itulah “buah” dari tanaman kebaikan yang dilakukan oleh orang yang yakin pada dirinya sendiri sehingga Allah memberinya kekayaan di luar dugaan. (Rizal, penulis tinggal di Lumajang)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed