by

Jubir Penanganan Virus Corona Itu Alumni Unair

DUALINK.id – Pemerintah menunjuk dr. Achmad Yurianto sebagai juru bicara penanganan dan pencegahan Virus Corona. Penunjukkan itu resmi dilakukan Presiden Joko Widodo, Selasa (03/03).

“Dr Achmad Yurianto itu Sesditjen P2P Kemenkes,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Nantinya semua informasi menyangkut penanganan Virus Corona terkonsentrasi pada satu juru bicara.

Achmad Yurianto alumnus Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR angkatan 1990 yang juga pernah jadi Komandan Resimen Mahasiswa Universitas Airlangga tahun 1986-1988.

Dokter kelahiran Malang, 11 Maret 1962 itu, kerap menghadapi awak media untuk memberi penjelasan terkait virus asal Wuhan tersebut. Dia juga salah satu sosok penting di balik pemulangan ratusan WNI dari Cina akibat virus Corona.

Yuri saat ini bertugas sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan. Sebelum bertugas di Kementerian Kesehatan, dia memulai karir di dunia militer sebagai Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya pada 1987.

Yuri dikenal sebagai dokter anggota militer. Dia sempat menjabat Kepala Kesehatan Kodam Pattimura dan memimpin Batalyon Kesehatan Kostrad. Ia juga pernah menjalani misi dokter Batalyon Infanteri 745/Sampada Yudha Bakti yang ditugaskan ke Dili Timor Timur pada 1991.

Karir Yuri kian menanjak setelah diangkat menjadi Wakil Kepala Rumah Sakit tingkat II Dustira Bandung pada 2006. Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Kepala Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro Semarang pada 2008, Kepala Kesehatan Daerah Militer XI Pattimura Ambon Maluku pada 2009, dan Kepala Dinas Dukungan Kesehatan Operasi Pusat Kesehatan TNI pada 2011.
Pada 2015, Yuri diminta Menteri Kesehatan Nila Moeloek menempati posisi Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan hingga tengah tahun 2019.

Baca juga:
Dosen Unair Ciptakan Program Penghitung Leukosit

Saat ini Yuri terus melakukan koordinasikan proses observasi kesehatan para WNI yang dijemput dari berbagai negara yang menjadi episentrum virus Covid-19.

Dalam rangka penanganan virus, Yuri meminta semua pihak menahan diri untuk menyampaikan informasi soal status penularan Virus Corona.

“Ini akan kita koordinasikan lagi pada daerah. Pada ranah medis, biarlah medis yang mengumumkan. Jangan kemudian diumumkan orang lain. Takutnya nanti bias enggak karu-karuan,” ujar Yuri di Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta. (*)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed