by

Muhammad Ibn al-Idrisi; Peta dari Bola Perak

-Islam-87 views

DUALINK.id – Ilmuwan muslim ini hidup di Eropa. Belajar, berkelana langsung, dan mengelola data dari pengelana lain membuat ia memperoleh data sangat akurat. Karyanya menghentak keyakinan kala itu; Bumi ternyata bulat!

Abu Abdallah Muhammad al-Idrisi al-Qurtubi al-Hasani al-Sabti (أبو عبد الله محمد الإدريسي القرطبي الحسني السبتي) alias Muhammad al-Idrisi, di dunia Barat dan Latin dikenal sebagai Dreses. Dalam jagad keilmuan, ia dikenal sebagai pengelana, geografis, kartografis, egiptologis (pakar soal Mesir), botanis, kedokteran herbal, hingga penyair.

Ia lahir 1099 di kota Cueta di kawasan Andalusia, di mana buyutnya mengungsi setelah tumbangnya penguasa Hammudi di Malaga pada kaum Zirid dari Granada. Nama marganya adalah Idris dari raja-raja Maroko, keturunan Hasan bin Ali cucu Nabi Muhammad. Setelah belajar di Córdoba, ia menetap di istana Raja Roger II dari Sicilia untuk bekerja hingga akhir hayat pada 1166.

Sejak masa anak-anak, Muhammad al-Idrisi sering berkelana. Ia melakukan perjalanan ke Afrika Utara dan seluruh kawasan Al-Andalus sehingga bisa mendapat informasi rinci tentang dua kawasan itu. Ketika beranjak dewasa, ia juga melakukan perjalanan ke berbagai bagian Eropa antara lain; Portugal, pegunungan Pyrenees, pantai barat Prancis, Hungaria, hingga ke Jórvík (York) di Inggris.

Meski pemerintahan kaum Arab di Andalusia akhirnya ditumbangkan oleh bangsa Normandia, Al-Idrisi cukup beruntung. Konflik dan instabilitas di Al-Andalus memaksa ia untuk berpindah-pindah tempat. Namun, karena pengetahuan luas dan keilmuwanan yang dalam, ia justru diundang ke istana penguasa Normandia. Raja Roger II di Sicilia memintanya membuat peta dunia paling up-to-date.

Kontrobusi Al-Idrisi pada geografi sungguh luar biasa. Bukunya ‘Nuzhat al-Mushtaq fi Ikhtiraq al-Afaq,’ (diterjemahan sebagai The Delight of Him Who Desires to Journey Through the Climates), yang juga dikenal sebagai Roger’s Book, berupa ensiklopedia geografis berisi peta dan informasi detail tentang negara-negara di Eropa, Afrika dan Asia.

Baca juga:
Ingin Masuk Surga

Cara Al-Idrisi menuliskan ensiklopedia ini juga terobosan luar biasa kala itu. Selain pengetahuan personal dari perjalanan dan pendidikan, ia juga memilih beberapa orang pintar dikirim ke tempat-tempat jauh bersama tukang catat. Ketika orang-orang ini kembali, Al-Idrisi memasukkan catatan mereka ke dalam ensiklopedia. Atas dasar observasi di lapangan, dan data dari pakar geografi Arab dan Yunani terdahulu, Al-Idrisi bisa menciptakan peta paling up-to-date. Butuh waktu 15 tahun untuk menuntaskan proyek buku besar itu.

Selain itu, ada ensiklopedia lebih lengkap berjudul ‘Rawd-Unnas wa-Nuzhat al-Nafs’ (diterjemahkan sebagai Pleasure of Men and Delight of Souls). Ensiklopedia ini berisi pengetahuan Al-Idrisi tentang kawasan Niger, Sudan, dan sisi utara perairan Nil. Karena sangat akurat, para geografer selama tiga abad mengkopi peta ini tanpa revisi. Misalnya, posisi danau-danau yang membentuk Sungai Nil yang ia sebut kala itu tidak banyak beda dengan peta modern.

Hanya buku? Tentu saja tidak. Al-Idrisi membangun peta global besar dari perak seberat 400 kilogram. Di peta perak itu, ia menggambarkan tujuh benua lengkap dengan danau dan sungai, dataran rendah hingga pegunungan, rute perdagangan, serta kota-kota besar. Peta perak ini dikenal sebagai karya kolosal geografi, peta paling akurat tentang Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat yang dibuat pada Abad Pertengahan.

Ilustrasi saat al-Idrisi mempresentasikan bahwa bumi itu bulat.

Yang menggegerkan kala itu adalah Al-Idris mempresentasikan Bumi sebagai bola bulat dalam peta ‘Tabula Rogeriana’ pada 1154. Mengapa? Kala itu, dunia Kristen –termasuk kawasan Normandia– masih percaya bahwa bumi itu datar. Namun, lewat peta perak itu Al-Idrisi bukan hanya tahu bulatnya bumi tapi juga bisa mengukur keliling terjauh bumi yakni 22.900 mil –selisihnya hanya delapan persen dengan hitungan saat ini.

Tentang ide revolusioner bulatnya bumi, ia memberi penjelasan; “Bumi berbentuk bulat seperti bola. Air terjaga dan tertata di atasnya karena keseimbangan alam di permukaan bumi. Udara tidak mengalami variasi; tetap stabil dalam ruang seperti kuning dalam telur. Air mengelilinginya di semua sisi.”

Baca juga:
Balasan Amal Tergantung Niatnya

Meski demikian, Al-Idrisi juga membut peta dunia berbentuk cakram dengan diameter 80 inchi dan berat lebih dari 150 kilogram dari perak yang awet.

Catatan perjalanan Al-Idrisi ini berisi tentang apa yang dilihat mata sehingga beberapa sejarawan moderen membandingkan ia seperti Marco Polo. Bedanya, karya Al-Idrisi jauh lebih ilmiah dan lebih objektif dibanding karya Macro Polo. Itu yang membuat buku-buku karya Al-Idrisi bisa bertahan sampai sekarang dalam bentuk seperti manuskrip aslinya. Sementara, karya Marco Polo eksis dalam bentuk transkripsi yang sudah banyak ditafsirkan ulang.

Selain geografi, kontribusi besar Al-Idrisi adalah catatan tentang tanaman medis. Ada beberapa buku tentang ini, terutama Kitab al-Jami-li-Sifat Ashtat al-Nabatat. Dalam buku ini, ia mempelajari dan mengkaji banyak literatur tentang subjek tanaman pengobatan. Karyanya ini tak banyak beda dengan karya zaman Yunani kuno. Namun, cara mempelajarinya berbeda. Ia mengumpulkan langsung semua tanaman medis di mana pun ia melakukan perjalanan. Maka, ia bisa menambah begitu banyak daftar tanaman medis baru sekaligus memberi evaluasi bagi sains medis. Ia juga memberi nama satu tanaman dalam berbagai bahasa; Yunani, Persia, Hindi, Latin, Berber dan Arab.

Karya Al-Idrisi ini menginspirasi para ilmuwan muslim lain semacam Ibn Battuta hingga Ibn Khaldun. Peta yang ia buat juga menginspirasi penjelajah Barat semacam Christopher Columbus dan Vasco Da Gama untuk mengelilingi bumi.

Tak diragukan lagi, Al-Idrisi adalah ilmuwan dan pengelana besar yang menghasilkan karya original dalam bidang geografi dan botani. Buku-bukunya banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan selama berabad-abad menjadi standar tentang geografi baik di Barat maupun di Timur. (*)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed