by

Corona Sudah Menginfeksi 100.000 Orang Lebih

DUALINK.id – Virus Corona semakin menggila. Hingga saat ini, sudah lebih dari 100.000 orang dikonfirmasi terinveksi virus flu ganas itu. Data terakhir pada Sabtu (07/03), 21 orang di atas kapal pesiar yang dilarang berlabuh di San Francisco (Amerika Serikat) dinyatakan positif terinfeksi.

Dikutip kantor berita Reuters, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, di Gedung Putih, mengatakan kapal pesiar Grand Princess akan dibawa ke pelabuhan non-komersial yang tidak ditentukan tempatnya. Semua dari 2.400 penumpang dan 1.100 awak akan diuji kesehatannya.

“Yang perlu dikarantina, akan dikarantina. Yang membutuhkan perawatan medis tambahan, akan menerimanya,” kata Pence, yang baru-baru ini ditunjuk sebagai pucuk komando pengendalian wabah itu di Amerika Serikat.

Wabah corona, yang menyebar dari kota Wuhan di Cina, sudah meminta korban lebih dari 3.400 orang tewas dan menyebar di lebih dari 90 negara. Pada Jumat, tujuh negara melaporkan kasus pertama mereka.

Di Amerika Serikat, wabah dilaporkan di lebih dari setengah dari 50 negara bagian, dengan 15 orang tewas. Di Iran, kematian akibat virus melonjak menjadi 124 orang, dengan lebih dari 1.000 kasus baru didiagnosis dalam 24 jam terakhir. Italia menjadi negara Eropa yang paling parah.

Vatikan, negara kota di dalam wilayah Roma, melaporkan kasus pertamanya. Ini memperburuk prospek virus menyebar lebih lanjut di Roma, ibukota Italia. Sebagian besar karyawan di Vatikan tinggal di Roma. Mereka yang tinggal di Vatikan sering masuk dan keluar ke kota yang mengelilinginya.

Korea Selatan pada Sabtu melaporkan 174 kasus tambahan dari Jumat malam, menjadikan jumlah total 6.767 orang sakit. Cina, tempat wabah dimulai, melaporkan 99 kasus baru yang dikonfirmasi tetapi sekitar seperempatnya dari luar negeri.

Baca juga:
Wajah Orang-orang Indonesia Dipamerkan di Rusia

Sekitar 3,4% dari penyakit ini telah meninggal, jauh di atas tingkat kematian akibat flu musiman di bawah 1%.

Di banyak negara yang terkena dampak, orang-orang diminta tinggal di rumah, sekolah ditutup, pertemuan banyak orang ditunda, acara olahraga dan musik dibatalkan, toko-toko kehabisan bahan pokok antara lain perlengkapan mandi dan air, dan masker wajah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, setiap negara harus menjadikan epidemi ini sebagai prioritas utama.

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed