by

Masyarakat dan Wisatawan Tumplek Blek di Kenduri Durian

DUALINK.id – Entah berapa ribu orang menghadiri Kenduri Durian 2020 di Lapangan Wonosalam, Jombang. Yang pasti, masyarakat dari berbagai tempat tumplek blek menikmati acara tahunan yang berlangsung Minggu (08/03) itu.

Sekitar 60% lapangan seukuran separo lapangan bola dipenuhi manusia. Sisanya diisi panggung, tenda-tenda untuk polisi, stand bazar, fasilitas kesehatan, dan lain-lain. Di pinggir lapangan, orang duduk menggelar tikar plastik. Di jalan utama, orang lalu-lalang atau beli makanan dan dagangan lain.

Mereka menunggu acara puncak Kenduri Durian, yakni berbagi 2020 buah durian yang ditata seperti gunungan. Sementara, ada juga sembian gunungan kecil berisi durian dan hasil bumi lainnya yang dipersembahkan masyarakat Sembilan desa di Kecamatan Wonosalam.

Sebelum berbagi durian, diumumkan pemenang Kontes Durian Unggulan Wonosalam. Kemudian, Bupati Jombang Hj Mudjidah Wahab memberikan sambutan. “Perayaan ini sebagai wujud syukur masyarakat Wonosalam karena panen durian tahun ini hasilnya melimpah.”

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, juga menyebut wakil dari sembilan desa yang memeriahkan Kenduri Durian akan diajak ke Jakarta. Tujuannya untuk presentasi sehingga bisa ditiru desa-desa lain.

Ussai berdoa, masyarakat pun dibolehkan mengambil gratis buah durian dan hasil bumi yang ditumpengkan di lapangan. Petugas yang menjaga gunungan kemudian membagi-bagikan durian pada masyarakat sekitar. Untuk buah lain, ada yang dilempar-lemparkan agar bisa sampai ke pengunjung yng jauh.

Untuk menenangkan suasana, MC di panggung berkali-kali menyerukan agar masyarakat jangan berebut. Sementara, water cannon disemprotkan agar lebih menyejukkan suasana di lapangan yang sebenarnya agak mendung.

Hingga acara usai, semua berlangsung aman. Ada beberapa orang yang berdarah karena kena kulit durian, namun merasa biasa saja. Panitia juga mendapatkan laporan temuan dompet. Semua diserahkan pada pihak-pihak yang diberi wewenang.

Baca juga:
3 Prinsip Keselamatan Tenaga Medis saat Pandemi

Usai acara, jalan-jalan di sekitar lokasi Kenduri Durian macet total. Bahkan kepadatan kendaraan terasa sampai Mojoagung. Kemacetan disebabkan karena membludaknya wisatawan yang datang ke Wonosalam. Selain menikmati acara Kenduri Durian, mereka umumnya beli dan makan durian di pasar atau warung-warung di sepanjang jalan. (*)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed