by

Wisuda ITS Tanpa Jabat Tangan

DUALINK.id – Ribuan orang di sejumlah negara telah kena Covid-19 (penyakit yang disebabkan virus Corona baru 2019). Tak terkecuali di Indonesia.

Mengantisipasi penyebaran virus tersebut, perhelatan Wisuda ke-121 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk kali pertama dilaksanakan tanpa prosesi jabat tangan wisudawan dengan rektor.

Dalam pergelaran wisuda di Graha Sepuluh Nopember ITS selama dua hari, mulai Sabtu (14/3), seluruh wisudawan hanya berkesempatan menerima ijazah dan langsung berfoto dengan Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng. Para wisudawan juga diwajibkan memakai hand sanitizer yang telah disediakan panitia sebelum naik ke panggung penerimaan ijazah.

Sekretaris Institut ITS Dr Suhartono SSi MSc beralasan, hal tersebut merupakan implementasi dari arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) untuk menghindari kontak langsung antar sesama orang, termasuk berjabat tangan.

“ITS sangat berhati-hati dalam menyikapi persebaran virus Corona, apalagi saat ini telah terdeteksi ada di wilayah Indonesia,” ujarnya ditemui di sela prosesi wisuda.

Selain para wisudawan, seluruh orang tua mereka juga diwajibkan memakai hand sanitizer sebelum memasuki tempat berlangsungnya prosesi wisuda.

ITS juga telah memberikan imbauan bagi seluruh wisudawan dan orang tua jika ada dari mereka yang sakit, demam, flu, batuk, atau lainnya, lebih baik tidak menghadiri kegiatan tersebut.

Sebelum prosesi pun, diberikan pengarahan dan kampanye hidup sehat dengan menampilkan video cara mencuci tangan yang benar agar terhindar dari berbagai macam virus, kuman dan bakteri.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan semua wisudawan dan undangan yang hadir terbebas dari ancaman virus Corona yang benar-benar mencekam saat ini.

Dosen Departemen Statistika ITS tersebut juga menyatakan, ITS berhasil memproduksi sekitar 1.300 hand sanitizer yang dibagikan secara gratis kepada seluruh wisudawan. Hand sanitizer dibuat atas kerja keras dari Tim Smart Eco Campus ITS yang bekerja sama dengan Departemen Kimia, Departemen Teknik Lingkungan, dan Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS.

Baca juga:
Kedokteran dan Manajemen Bisnis UNAIR Masuk Peringkat Dunia

Bahan yang dipilih untuk memproduksi hand sanitizer di antaranya etanol 80 persen, hidrogen peroksida 3 persen, gliserol, aquades, daun mint, dan minyak esensial. Bahan dan formula yang dipilih telah sesuai resep dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), sehingga kualitasnya terjamin.

Soehartono menegaskan, langkah-langkah tersebut merupakan bukti ITS serius menyikapi dampak virus Corona. Harapannya, seluruh elemen ITS bisa ikut berpartisipasi dalam mencegah perkembangan virus Corona dengan berbagai hal kecil. Jangan sampai terkecoh terhadap informasi yang justru tidak bermanfaat.

Pada wisuda ke-121, 1.279 mahasiswa dari jenjang diploma, sarjana, magister, dan doktoral mengikuti prosesi wisuda. Dari jumlah tersebut, 245 lulus dengan predikat cumlaude.

Wisudawan doktor terbaik diraih Muhammad Al Muttaqii dari Program Studi (Prodi) Doktor Teknik Kimia dengan IPK 4. Wisudawan terbaik magister diraih oleh Endah Setyowati dari Prodi Magister Statistika dengan IPK 4. Wisudawan terbaik program sarjana diraih Natasha Valentina Santoso dari Prodi Teknik Informatika, dengan IPK 3,95. Wisudawan terbaik sarjana dari Program Bidikmisi diraih Agung Firmana dengan IPK 3.92 dari prodi Teknik Mesin. (so)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed