by

Ibnu Khaldun, Keilmuannya Bersinar di Antara Kemelut Politik

-Islam-138 views

DUALINK.id – Dikenal sebagai peletak dasar sosiologi dan filsafat sejarah, Ibnu Khaldun mengalami masa hidup yang berliku. Jabatan penting membuatnya beberapa kali terguling. Namun, ilmu yang bermanfaat justru membuatnya selalu diingat.

Abu Zayd Abdur-Raḥmān bin Muḥammad bin Khaldun Al-Hadrami lahir 27 Mei 1332 M atau 732 H. Dari mamanya, orang bisa tahu ia keturunan Arab Hadramaut yang kini menjadi negara Yaman. Ia lebih dikenal dengan nama Khaldun dari leluhur jauhnya.

Orangtuanya menetap di Andalusia yang kini jadi Spanyol. Namun, setelah kota Sevilla jatuh, mereka bermigrasi ke Tunisia. Ibnu khaldun lahir di Tunisia, dan mendapat pendidikan awal dalam keluarga. Kemudian, ia mendapat pendidikan madrashah setempat.

Saat masih anak kecil, ia sudah hafal Quran. Saat masa sekolah di Tunis, ia mempelajari hadis, tata bahasa, hukum, hadits, filologi, dan puisi. Ia melanjutkan studi sampai usia 19 tahun, ketika ia harus kehilangan kedua orangtua karena wabah campak.

Untuk menghidupi diri, ia mencari kerja dan masuk dinas pemerintahan. Masih remaja, ia bekerja sebagai penulis kaligrafi dalam dinas pemerintahan Ibnu Tafrakin di Tunisia. Di sini, ia melihat dengan mata sendiri kondisi politik internal kerajaan.

Pada 1352, Abu Ziad dari Konstantinopel menaklukkan Tunis  sehingga Ibn Khaldun melarikan diri ke Fez di Maroko. Di tempat baru, ia menikmati petemuan dengan banyak cendekiawan dari Afrika Utara dan Andalusia. Ia juga mendapat promosi berbagai jabatan hingga ditunjuk sebagai qadi (hakim ketua) di Fez.

Berbagai persaingan politik mempengaruhi karirnya. Penguasa berikutnya tidak memperlakukan dia dengan baik. Maka, ia memutuskan pindah ke Granada di Andalusia. Sultan mempercayai dia untuk misi diplomatik pada Raja Pedro dari Kastilia di Spanyol.

Baca juga:
Jauhi Sifat-sifat Orang Munafik

Ia berhasil memimpin misi itu, tetapi wazir Sultan iri padanya. Karena kehadirannya di Granada tidak disukai, Ibnu Khaldun kembali. Dalam periode panjang kerusuhan, ia mengungsi tiga tahun di desa kecil Qalat Ibn Salama di Aljazair. Hingga akhirnya, ia melabuhkan diri ke Mesir.

Masa pengungsian di Qalat bukan berarti berhenti berjuang. Lepas dari kemelut politik, Ibnu Khaldun punya cukup waktu untuk menulis Muqaddimah. Ini adalah volume pertama dari rangkaian buku sejarah dunia yang membuat dia mendapat tempat abadi di antara sejarawan, sosiolog dan filsuf.

Pada 1382, Ibn Khaldun pindah ke Kairo di Mesir. Ia disambut hangat oleh para cendekiawan karena tulisan-tulisannya telah datang lebih dahulu ke situ. Dia kuliah lagi di Al-Azhar, dan ditunjuk Sultan menjadi qadi Maliki. Meski demikian, intrik politik juga menyebabkan ia naik-turun jabatan qadi hingga lima kali.

Di sisi lain, karir ilmiahnya bersinar saat ia belajar dan mengajar di Al Azhar. Ia menuntaskan buku besar ‘sejarah universal’ dan sejumlah karya ilmiah lainnya. Ia menikmati 24 tahun hidup damai di Al Azhar dan meninggal di sana pada 1406.

Muqaddimah adalah karya unik karena memuat literatur tentang filsafat sejarah dan sosiologi. Buku 800 halaman ini dapat dibagi menjadi enam; etnologi dan antropologi, masyarakat pedesaan, masyarakat perkotaan, bentuk pemerintahan, fakta-fakta ekonomi, dan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.

Karya ini menjadi inti kebijaksanaan dan pengalaman Ibn Khaldun. Dia menggunakan pengetahuan politik tangan pertama rakyat Maghribi untuk merumuskan banyak idenya. Ini juga dianggap sebagai cikal bakal beberapa disiplin ilmu sosial, seperti; historiografi, demografi, sosiologi, sejarah budaya dan ekonomi modern.

Arnold Toynbee, sejarawan dan sosiolog Inggris, menyebut Muqaddema sebagai karya terbesar dalam jenisnya yang belum pernah diciptakan oleh pemikiran apa pun. Analisisnya paling komprehensif tentang bagaimana urusan manusia berjalan.

Baca juga:
Tiga Macam Hati Manusia by TV Tausiyah

Setelah Muqaddimah, buku 2 sampai 5 berurusan dengan sejarah umat manusia sampai saat Ibn Khaldun. Ini meliputi sejarah Arab, sejarah Muslim kontemporer dan penguasa Eropa, sejarah Arab kuno, sejarah Yahudi , sejarah Yunani, sejarah Romawi , sejarah Persia, sejarah Mesir, dan sejarah Islam. Buku keenam mencakup sejarah Berber dan Maghreb. Volume terakhir meliputi peristiwa hidupnya sendiri yang dikenal sebagai Al-Tasrif.

Dia menerangi dunia dengan wawasan yang mendalam. Selain sejarah, Ibnu Khaldun menulis tentang astronomi, astrologi, numerologi, ilmu kimia dengan cara ilmiah. Diskusinya tentang masyarakat kesukuan dan kekuatan sosial adalah bagian paling menarik dari tesisnya.

Dalam ekonomi, Ibnu Khaldun mengerti betul faktor-faktor penawaran dan permintaan yang mempengaruhi harga, saling ketergantungan antara harga dan tahap-tahap produksi. Dia membahas sifat dan fungsi uang dan kecenderungan untuk beredar dari satu negara ke negara lain sesuai permintaan dan tingkat aktivitas. Ia mengedepankan wawasan bahwa semua keuntungan berasal dari tenaga kerja. Dia menguraikan ekonomi politik, dan menggambarkan ekonomi sebagai proses nilai tambah. Ketika tenaga kerja ditambahkan ke teknik dan kerajinan, maka produk bisa dijual dengan harga lebih tinggi. Wawasan ini dapat membangun teori ekonomi sangat fundamental.

Selain dianggap sebagai salah satu pendiri sosiologi, Ibn Khaldun juga membuka disiplin baru yakni ilm al-umran atau ilmu budaya. Pendeknya, Ibnu Khaldun adalah salah satu pemikir universal dan filsuf besar dari peradaban Islam. Karyanya telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, dan mengilhami banyak penulis dalam pengembangan disiplin ilmu baru. (*)

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed