by

Pagar Mangkok lebih Kuat daripada Pagar Tembok

ilustrasi foto : tembok besar & mangkok

dualink.id: Tulisan sederhana ini bercerita tentang Pak Suto dan Pak Noyo. Kedua-duanya orang kaya raya.

Selain kaya raya, Pak Suto berperilaku dermawan. Ia sering menyuruh pembantunya mengantarkan mangkok berisi makanan atau minuman ke rumah tetangga-tetangganya. Mangkok itulah yang bermanfaat bagi Pak Suto untuk memagari rumah dan kekayaannya.

Sedangkan Pak Noyo pelitnya bukan main. Rumahnya dibangun mewah sekali. Di dalamnya tersimpan kekayaan yang melimpah. Sekeliling rumahnya dibangun pagar tembok tebal yang di atasnya dipenuhi dengan beling atau pecahan kata.

Suatu ketika Pak Suto dan Pak Noyo pergi ke luar daerah untuk kepentingan tertentu. Entah siapa yang memberitahukan, dalam waktu singkat kepergian keduanya telah tercium oleh kawanan perampok.

Sejak sore hari kawanan perampok telah mengincar kedua rumah orang kaya raya itu. Malam harinya mereka berusaha memasuki rumah Pak Noyo melalui pintu pagar bagian belakang.

Kawanan perampok berhasil membobol pintu itu tanpa halangan sedikit pun. Tidak satu pun tetangga Pak Noyo yang mempedulikan peristiwa pembobolan pintu tersebut.

Setelah pintu pagar terbobol, kawanan perampok berusaha memasuki rumah Pak Noyo dengan cara membobol pintu belakang. Barang-barang berharga dan isi rumah yang mudah dibawa semua mereka bawa kabur.

Sebelum pergi jauh, kawanan perampok berusaha menjarah rumah Pak Suto. Mereka berharap mendapatkan barang-barang yang lebih banyak lagi.

Akan tetapi, usaha mereka gagal. Para tetangga Pak Suto bersatu padu dan bekerja sama mengusir kawanan perampok.

Dari cerita di atas dapat disimpulkan bahwa balasan perbuatan baik dan buruk itu kembali kepada pelakunya sendiri.

Sedekah yang dikeluarkan Pak Suto kepada para tetangganya, tidak mengurangi kekayaannya. Ia tidak hanya memperoleh rezeki berupa harta atau materi, tetapi juga berupa bantuan tetangga saat rumahnya dijarah kawanan perampok.

Baca juga:
Menjadi Pribadi Khusyuk Sosial

Pak Noyo yang pelitnya bukan main, tidak bertambah kekayaannya. Hartanya malah habis dibawa kabur kawanan perampok.

Ternyata, pagar mangkok lebih kuat daripada pagar tembok.

Rupanya perilaku Pak Suto perlu ditiru sebagai “pemanasan” menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

 

Mulyo

 

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed