by

Awali Hidup dengan Bersyukur

-Hikmah, Islam-231 views

Ilustrasi Foto : Siluet Masjid

dualink.id : Dalam Salah satu taushiyahnya, Ustadz Suharyo mengatakan bahwa bersyukur itu dimulai sejak bangun tidur.

Rasa syukur itu diungkapkan dengan lantunan doa: “Alhamdu lillaahil ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur.”

Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nyalah kami dibangkitkan.”

Setiap manusia hendaknya bersyukur kepada Allah yang telah menciptakannya dengan sempurna. Artinya, selain dianugerahi pancaindra, manusia dilengkapi dengan akal.

Dengan anugerah Allah yang berupa mata, manusia bisa merasakan dan menikmati keindahan alam yang ada di sekitarnya. Bayangkan kalau mata itu kurang berfungsi, dunia yang begitu indah akan terlihat hitam dan putih saja. Apalagi jika mata itu tidak berfungsi sama sekali, dunia akan terasa gelap gulita.

Demikian pula pemberian Allah yang berupa telinga. Dengan telinga, manusia dapat mendengar dan menikmati merdunya kicauan burung, alunan musik, dan bunyi-bunyian yang ada di sekitarnya. Bayangkan bila telinga itu tidak berfungsi, dunia akan terasa sepi dan membosankan.

Begitu juga anugerah Allah yang berupa hidung. Dengan hidung, manusia bisa menikmati aroma ikan goreng, sambal terasi, dan berbagai aroma yang dapat menerbitkan selera makan.

Belum lagi fasilitas yang berupa udara, air, dan berbagai fasilitas yang tersedia gratis. Berkaitan dengan hal tersebut, ada kisah menarik sebagai berikut:

Seorang pria tua Italia berusia 93 tahun dirawat di rumah sakit. Setelah kondisinya membaik, ia harus melunasi biaya penggunaan ventilator selama 1 hari.

Ketika melihat nominal yang tertera pada kuitansi, pria tua itu menangis.

“Tidak usah menangis,” kata dokter yang merawatnya.

Pria tua itu menjelaskan, “Saya menangis bukan karena biaya pemakaian ventilator. Saya mampu membayarnya.” Pria Italia itu melanjutkan, “Saya sudah 93 tahun menghirup udara yang disediakan Tuhan tanpa membayar sesen pun.”

Baca juga:
Calon Penghuni Surga by TV Tausiyah

“Di sini saya harus membayar biaya penggunaan ventilator selama 1 hari sebesar 5.000 Euro. Berapa biaya yang harus saya keluarkan andaikan udara yang disediakan Tuhan itu tidak gratis?” lanjutnya.

“Padahal selama ini saya tidak pernah bersyukur kepada Tuhan?” sesalnya sambil menahan isak tangisnya.

Mendengar penjelasan pria tua itu, dokter yang merawatnya merunduk dan ikut menangis.

“Wa in ta’uddụu ni’matallāhi lā tuḥṣhuụhā, innallāha laghafuụrur raḥīm. Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

 

Mulyo

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed