by

Tidak Sedikit pun Kebaikan yang Sia-sia

Ilustrasi : charity (freepik.com)

Dualink.id : Seorang wanita menyalurkan paket sembako yang diperoleh dari takmir masjid dan mushalla yang berada di bawah naungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pogalan. Sembako senilai Rp75.000 per paket itu didistribusikan kepada beberapa KK di sekitarnya.

Pendistribusian sembako itu disambut dengan gembira oleh penerimanya. Karena sangat senangnya, setiap penerima mengucapkan terima kasih hingga berkali-kali.

Pemberian santunan kepada kaum dhuafa’ itu terkait dengan dampak merebaknya covid-19. Beberapa KK yang paling terdampak, diutamakan untuk menerima santunan.

Biaya pemberian santunan tersebut diambilkan dari hasil pengisian kaleng yang dibagikan kepada jamaah masjid dan mushalla.

“Sudah lama kami menerima kaleng dari takmir. Kami dianjurkan mengisinya setiap hari sesuai recehan yang kami miliki,” kata wanita pendistribusi sembako itu.

“Biasanya hasil kaleng itu digunakan untuk menyantuni kaum dhuafa’ secara insidental. Kebetulan saat ini banyak sekali KK yang terdampak corona, sehingga santunan ini sangat bermanfaat,” tambahnya.

Hal tersebut membuktikan bahwa sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan oleh perorangan maupun kelompok pasti bermanfaat. Tidak ada yang sia-sia. Apalagi dilakukan secara ajeg.

Melalui firman-Nya, Allah menekankan agar para hamba-Nya selalu melakukan kebaikan. Selain itu, Dia mengingatkan agar mereka tidak melakukan keburukan.

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula.” (Q. S. Al-Zilzalah: 7-8).

Dalam kegiatan PRM Pogalan tampak adanya simbiosis mutualisme. Di satu sisi, para penerima paket sembako merasa senang. Di sisi lain, jamaah merasa lega karena bisa berbuat kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain.

Hal tersebut sesuai dengan firman Allah, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Q. S. Al-Maidah: 2).

Baca juga:
Ketika Mantan Preman Aktif Berdakwah (bag. 1)

Selain itu sesuai pula dengan pernyataan Rasulullah saw, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” (H. R. Ahmad).

Mulyo

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed