by

Orang-orang yang Beruntung

-Hikmah, Islam-132 views

 

Ilustrasi : orang yang beruntung dalam keluarga 

Dualink.id : Manusia lahir dalam keadaan fitrah. Kefitrahan manusia harus diimbangi dengan agama fitrah (Islam) agar mencapai keuntungan dunia dan akhirat.

Ali bin Abi Thalib r. a. menuturkan bahwa orang-orang yang beruntung adalah sebagai berikut:

Pertama: Orang-orang yang mendapatkan pasangan hidup yang baik, yakni istri yang shalihah atau suami yang shalih.

Dalam buku “Merawat Cinta Kasih” tulisan Dr. Ali Akbar dijelaskan bahwa istri shalihah adalah istri yang dapat memberikan ketenangan, kebahagiaan, kesenangan, dan keberuntungan kepada suaminya.

Istri shalihah adalah istri yang mengetahui kewajibannya terhadap Tuhannya dan terhadap suaminya. Pakaiannya bersih, dandanannya rapi, makanan yang disajikan sesuai dengan selera suaminya, sehingga terpatrilah di hati suaminya: “Rumahku adalah surgaku, dan istriku adalah bidadariku”.

Sedangkan suami shalih adalah suami yang mampu menjadi pemimpin, pelindung, dan panutan bagi istri dan anak-anaknya; suami yang mampu membimbing dan mengantarkan istri dan anak-anaknya menjadi orang yang rajin beribadah, terutama menjalankan shalat lima waktu.

Kedua: Orang-orang yang memiliki anak yang taat.

Sebagai orang tua, sejak dini harus menanamkan aqidah dan akhlak kepada anak-anaknya.

Di samping itu, sebagai orang tua, sebaliknya tidak mematikan agama anaknya. Misalnya, menyekolahkan anaknya agar menjadi dokter, guru, pejabat, teknokrat, dan lain-lain. Akan selamat, jika menyekolahkan anak dengan harapan agar menjdi dokter muslim, guru muslim, pejabat muslim, teknokrat muslim, dan lain-lain.

Ketiga: Orang-orang yang mendapatkan lingkungan yang sehat

Tak dapat dihindari bahwa setiap individu pasti hidup dalam sebuah lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Karena itu, seorang Muslim harus memilih tempat tinggal yang Islami, yang penghuninya bermoral dan beradab.

Baca juga:
Lewat MRO, Hafalkan Qur’an 30 Juz Hanya 118 Hari

Di samping itu, seorang Muslim harus dapat membentuk keluarga menjadi lingkungan yang Islami bagi anak-anaknya.

Dalam bermasyarakat, orang tua harus memberikan teladan kepada anak-anaknya dengan memilih teman bergaul yang baik.

Orang tua hendaknya berpesan kepada anak-anaknya bahwa Nabi Saw pernah bersabda, “Orang yang bergaul dengan orang yang baik-baik, ibarat bergaul dengan penjual minyak wangi, maka ia akan mendapatkan wanginya. Orang yang bergaul dengan orang jahat (buruk peri lakunya), ibarat bergaul dengan pandai besi, maka ia akan mendapatkan asapnya.”

Keempat: Orang-orang yang mendapatkan rizki di negerinya sendiri

Setiap manusia termasuk penduduk negeri ini telah disediakan rizkinya oleh Allah Swt. Bahkan, negeri ini terkenal dengan sebutan negeri “gemah ripah loh jinawi”, negeri yang penuh dengan kekayaan alam.

Akan tetapi, penduduknya tidak memiliki ilmu dan keterampilan yang maksimal untuk menggali dan mengolahnya. Justru banyak penduduk negeri ini yang pergi ke luar negeri sebagai TKI dan bekerja menjadi kuli, bukan tenaga ahli.

Oleh karena itu, diperlukan tenaga-tenaga ahli yang handal serta mampu menggali dan mengolah kekayaan alamnya. Selain itu, dibutuhkan pula tenaga-tenaga terampil yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Dengan demikian, penduduk negeri ini bisa bekerja dan mendapatkan rizki di negerinya sendiri. Tidak lagi keluyuran ke luar negeri, menjadi kuli yang terperas tenaganya sejak pagi hingga malam hari.

Mulyo

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed