by

Ingin Masuk Surga

-Hikmah, Islam-164 views

Ilustrasi : Muslim Praying

Dualink.id : Allah telah memberikan dua pilihan: (فُجُوْرَهَا وَتَقْوَىهَا), mana yang baik dan mana yang buruk, ke surga atau ke neraka.

Setiap Muslim tentu berkeinginan masuk surga.

Suatu ketika, seseorang menghadap Rasulullah Saw untuk minta informasi:

“Hai Rasulullah, kabarkan kepada saya, amal yang menyebabkan saya masuk surga. Rasulullah Saw bersabda, “Hendaklah kamu beribadah kepada Allah dan janganlah kamu menyekutukan Dia dengan suatu apa pun, dirikanlah shalat, tunaikan zakat, dan sambunglah tali silatur-rahim.” (H. R. Bukari dan Muslim).

Sabda Rasulullah saw tersebut memberikan informasi, amal yang menyebabkan seseorang masuk surga, meliputi:

Pertama: Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya

Minimal 17 kali tiap hari umat Islam yang mengerjakan shalat berikrar:

“Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.”

Akan tetapi, tidak sedikit di antara mereka yang sudah berjanji hanya kepada Allah mereka menyembah, tetapi masih banyak di antara mereka “menyembah” selain Allah atau berbuat syirik.

Kedua: Mendirikan shalat

Sebelum mendirikan shalat, sebaiknya menyempurnakan wudhu’.

Rasulullah saw pernah menegur seseorang yang tidak sempurna wudhu’nya.

Dari Anas, ia berkata bahwa Nabi saw melihat seseorang yang di kakinya tidak kena air sebesar kuku; lalu beliau saw bersabda, “Kembalilah dan baguskanlah wudhu’mu!”

Agar shalat kita tidak sia-sia, maka harus kita laksanakan sesuai dengan contoh dari Rasulullah saw.

Di samping itu, harus kita laksanakan dengan sebaik-baiknya, misalnya dengan membayangkan bahwa di depan kita ada ka’bah, di sebelah kanan kita ada surga, di sebelah kiri kita ada neraka, dan di belakang kita ada kematian.

Artinya, kita dikejar-kejar oleh kematian, dan kita anggap bahwa shalat kita adalah shalat yang terakhir. Dengan demikian kita akan berusaha melaksanakan shalat dengan sebaik-baiknya.

Baca juga:
Ibnu Battutah, Sudah Mengglobal 300 Tahun Lalu

Ketiga: Menunaikan zakat

Setiap manusia telah ditentukan rizkinya oleh Allah. Akan tetapi, tidak sama jumlahnya. Karena itu, ada manusia yang hidup berkecukupan (kaya) dan ada manusia yang hidup kekurangan (miskin).

Orang kaya berkewajiban membersihkan hartanya. Untuk membersihkan harta si kaya, dan agar tidak terjadi jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, Allah menurunkan perintah zakat.

Di samping hartanya menjadi bersih, orang kaya yang mau menunaikan zakat, berarti ia telah ikut mempersempit jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, berjuang fi sabilillah, menyantuni anak yatim, menghapuskan rasa angkuh dan tamak, dan sebagainya. Dengan demikian akan menjadi salah satu pengantar baginya menuju surga.

Keempat: Menyambung tali siturrahim

Sebagai makhluk sosial setiap manusia wajib berhubungan baik dengan sesamanya. Agar terjalin hubungan baik dengan sesamanya, setiap manusia harus bersikap ramah, murah senyum, suka menolong, pendek kata harus berakhlak mulia.

Orang yang berakhlak mulia akan memiliki banyak teman dan dimurahkan rizkinya. Sebaliknya, akhlak tercela bisa menutup pintu rizki dan memutuskan tali silaturrahim. Hal ini dibenci oleh Allah. Bahkan, orang yang memutuskan tali silaturrahim diancam tidak masuk surga.

Rasulullah saw bersabda, “Tidak masuk surga orang yang memutus, yaitu memutus tali sitaurrahim.” (Muttafaq alaih).

Mulyo

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed