by

Sejuta Masker dari RS Terapung Ksatria Airlangga

MEPNews.id – Pandemi COVID-19 (penyakit yang disebabkan virus Corona baru) merubah banyak hal. Termasuk, merubah cara bakti kesehatan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA).

Karena untuk sementara tidak bisa berlayar ke kepulauan terpencil, RSTKA mengambil cara lain untuk darmabakti kesehatannya. Tim RSTKA membuat dan membagikan APD (masker, face shield, baju hazmat), desinfektan dan sabun untuk memutus rantai penularan virus Corona.

“Kami tetap berkomitmen membantu pelayanan kesehatan saat pandemi COVID-19. Caranya disesuaikan dengan kondisi terkini. Kami membagikan APD, desinfektan dan lain-lain ke rumah-rumah sakit, klinik kesehatan, serta ke semua lapisan masyarakat yang membutuhkan,” ujar dr Agustini Rizki Dhiniharia SpOG, mewakili RSTKA, Jumat (17/4).

Masker kain berstandar masker untuk dokter.

Semua diproduksi berdasarkan standar WHO. Misalnya, hand sanitizer dengan bahan etanol 80%, glycerol 98%, dan air murni. Untuk masker, lapisan luarnya 65% katun dan 35% poliester, lapisan dalamnya 100% katun, yang di antaranya diberi kertas filter.

“Ini memang masker kain. Tapi standar kami kualitasnya insyaa Allah bagus karena hampir setara dengan surgical mask yang dipakai dokter. Masker kain ini rangkap tiga. Sisi luar, sisi dalam, dan di antaranya diberi kertas filter. Keistimewaannya, masker ini bisa dicuci sehingga bisa didaur ulang dan bukan sekali pakai. Masing-masing kemasan kami beri lima kertas filter. Kalau habis, boleh diganti kertas tisu,” begitu penjelasan dr Dhini, panggilan akrabnya.

Program ‘Sejuta Masker’ yang dicanangkan RSTKA ini sudah berjalan. Selain membuat satu juta unit masker, tim RSTKA juga mengedarkannya kepada siapa saja yang membutuhkan.

Bagikan Sekarang!
Baca juga:
Corona Sudah Menginfeksi 100.000 Orang Lebih

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed