by

Shalat Sebagai Sarana Mawas Diri

-Hikmah-91 views

Ilustrasi : Shalat 

dualink.id : Dalam salah satu taushiyahnya, Ustadz Suharyo pernah menyampaikan bahwa di dalam shalat terdapat beberapa gerakan seperti takbir (dengan mengangkat kedua tangan), berdiri, ruku’, sujud, dan salam.

Takbir dengan mengangkat kedua tangan sebagai tanda penyerahan total dirinya ke hadirat Allah Swt.

Berdiri melambangkan bahwa kehidupan manusia diawali dengan masa muda yang masih enerjik dan mampu beraktivitas secara maksimal.

Ketika berdiri, orang yang sedang shalat membaca Al-Fatihah yang di dalamnya terdapat ayat yang artinya, “Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami minta pertolongan.”

Ini menunjukkan bahwa senyampang masih muda orang yang mengaku beriman harus memperbanyak ibadah. Jika ini dikerjakan, di akhirat kelak akan mendapat naungan Allah.

Rasulullah Saw telah menginformasikan, “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan, kecuali naungan Allah, yaitu: imam yang adil, pemuda yang tumbuh dewasa dan rajin beribadah kepada Allah, ….” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Orang yang shalat tidak terus-menerus berdiri. Pada saatnya, akan ruku’. Pada saat ruku’, yang dibaca adalah:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ
Artinya: Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung.

Ini menunjukkan bahwa ketika mencapai usia ruku’, atau menginjak umur 40 tahun ke atas, seorang muslim harus lebih banyak mensucikan Allah. Artinya, mengakui bahwa Allahlah yang Mahasuci, sedangkan dirinya penuh dengan dosa. Karena itu, harus memperbanyak istighfar, meminta ampun atau bertobat kepada Allah yang Maha Pengampun.

Setelah ruku’ dilanjutkan dengan I’tidal, lalu sujud. Ketika sujud, orang harus meletakkan wajah/kepalanya di atas lantai. Wajah/kepala yang merupakan anggota tubuh paling terhormat itu harus menukik ke bawah dan mencium tanah. Gerakan ini mengingatkan pelakunya, agar tidak memiliki sifat takabur.

Baca juga:
Ya Rasulullah, Saya Ingin Jadi Orang Alim

Setelah sujud, dilanjutkan dengan tasyahud, kemudian salam. Ini merupakan peringatan, ketika sudah mencapai usia sujud atau usia senja, sudah dekat dengan tanah dan segera kembali ke tanah atau wassalam.

Karena itu, pada usia sujud atau usia senja kita harus lebih banyak mengingat dan mendekat kepada Allah. Kita harus lebih banyak beristighfar dan berjuang mempertahankan kalimat tauhid (لا اله الا الله) agar kehidupan kita berakhir dengan khusnul khatimah.

Mulyo

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed