by

Ingin Beruntung, Perbanyak Dzikir

-Hikmah, Islam-99 views

Ilustrasi : Dzikir

dualink.id : Salah satu tanda orang yang berakal ialah selalu ingat (dzikir) kepada Allah baik ketika berdiri, duduk, maupun berbaring (Q.S. Ali Imran: 191).

Dengan banyak mengingat Allah kita akan menjadi orang yang beruntung.

Allah SWT berfirman, “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; carilah karunia Allah; dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (Q. S. Al-Jum’ah: 10).

Secara keseluruhan dzikir meliputi:

Pertama: Dzikir mata (dzikrul ‘ainain).
Realisasi dari dzikir ini adalah menangis. Menangis karena merasa banyak dosa, menangis karena takut kepada Allah, menangis karena ingin mendapatkan naungan Allah pada hari akhir.

Rasulullah SAW bersabda, “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: pemimpin yang adil, … serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena menangis.” (H.R. Bukhari No. 620).

Kedua: Dzikir telinga (dzikrul udzunain).
Realisasi dari dzikir ini adalah menggunakan telinga untuk mendengarkan hal-hal yang baik, misalnya mendengarkan nasihat, taushiyah, khutbah, bacaan Al-Qur’an, dan lain-lain.

Orang yang mendengarkan bacaan Al-Qur’an akan mendapatkan rahmat Allah.

Allah berfirman, “Apabila dibacakan al-Quran, perhatikanlah dan diamlah, maka kalian akan mendapatkan rahmat.” (QS. al-A’raf: 204).

Ketiga: Dzikir tangan (dzikrul yadain).
Realisasi dari dzikir ini adalah suka memberi. Orang yang memberi, lebih tinggi derajatnya daripada orang yang meminta. Jadi, orang yang suka meminta-minta —apalagi memeras rakyat kecil— maka turunlah derajatnya.

Keempat: Dzikir lisan (dzikrul lisan).
Realisasi dari dzikir ini adalah menggunakan lisan untuk bertahmid, bertahlil, bertakbir, dan bertasbih. Kalimat-kalimat tasbih itu antara lain “Subhaanallaahil ‘azhiim dan Subhaanallaahi wabihamdihi”. Dua kalimat ini ringan di lisan, tetapi berat di timbangan.

Baca juga:
Menyiapkan Anak Sholeh by TV Tausiyah

Rasulullah SAW bersabda, “Dua kalimat ringan di lisan, berat di timbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu Subhaanallaahil’azhiim dan Subhaanallaahi wabihamdihi.” (H. R. Bukhari no. 5927).

Kelima: Dzikir badan (dzikrul badan).
Realisasi dari dzikir ini adalah membawa badan untuk mendatangi tempat-tempat yang baik, misalnya mendatangi majlis ta’lim untuk mencari ilmu.

Orang yang rajin menuntut ilmu akan dimudahkan jalannya menuju surga.

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga.” (H. R. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Keenam: Dzikir ruh (dzikrur ruh)
Realisasi dari dzikir ini adalah takut dan mengharap (al-khauf wa al-raja’). Dalam hal ini seseorang harus istiqamah imannya, semakin banyak dan berkualitas amal shalihnya, dan bertaubat atau minta ampun atas dosa-dosanya. Dengan demikian, malaikat akan mendo’akannya agar diampuni dosa-dosanya dan dijauhkan dari siksa neraka.

Allah SWT berfirman, “(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksa neraka Jahannam.” (Q.S. Al-Mukmin: 7).

Ketujuh: Dzikir hati (dzikrul qalbi).
Realisasi dari dzikir ini adalah ridha dan pasrah. Dalam hal ini seseorang harus mampu mengendalikan hawa nafsunya, sehingga tenang jiwanya. Orang yang demikian ini akan dipanggil oleh Allah dan dipersilakan memasuki surga-Nya.

Allah SWT berfirman, “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke
dalam Surga. ” (Q. S. Al-Fajr: 27-30).

Baca juga:
Khotbah Idul Fitri, Kiai Asep: ’Melarang Umat Hidupkan Masjid, Akan Dihinakan Allah di Dunia’

Mulyo

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed