by

Orang-orang yang Rugi

-Hikmah, Islam-99 views

Ilustrasi : bunga yang layu

Dualink.id : Siapakah orang-orang yang rugi itu? Jawabnya adalah firman Allah berikut:

“(Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah diteguhkannya, mereka memutuskan apa yang diperintahkan oleh Allah untuk menyambungnya, dan mereka membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Q.S. Al-Baqarah: 27).

Dalam ayat tersebut dijelaskan tentang orang-orang yang rugi sebagai berikut:

Pertama: Mereka melanggar perjanjian Allah.

Banyak orang yang mengingkari janjinya kepada Allah. Ketika ruh ditiupkan ke janin yang ada di dalam rahim, ia berikrar bahwa Allah sebagai Tuhannya. Hal ini tertulis dalam Surat Al-A’raf ayat 172:

“(Allah berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka berkata, “Betul, kami menyaksikan.”

Akan tetapi, setelah lahir dan hidup di dunia, mereka juga menyembah selain Allah. Misalnya, menyembah harta, kekuasaan, ideologi, partai, atau nafsunya sendiri.

Kedua: Memutuskan sesuatu yang oleh Allah diperintah untuk menyambungnya.

Sesuatu yang harus disambung itu adalah silatur-rahim. Islam melarang manusia memutus tali silatur-rahim. Sebab, pemutus silatur-rahim akan menjadi penghuni neraka.

Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan masuk surga pemutus, yaitu pemutus (tali) silatur-rahim.” (Muttafaq alaih)

Karena itu, agar tidak terjerumus ke neraka, harus dihindari hal-hal yang dapat merenggangkan atau menyebabkan terputusnya hubungan silatur-rahim, seperti dendam, sombong, menghasud, memfitnah, berprasangka buruk, menghina, meremehkan, menyalahkan, dan menyebar aib orang lain.

Selain itu, beda partai, beda organisasi, beda keyakinan, dan perbedaan-perbedaan yang lain jangan sampai menyebabkan renggangnya hubungan silatur-rahim.

Ketiga: Membuat kerusakan di muka bumi

Tidak sedikit kerusakan di muka bumi akibat ulah tangan manusia, baik di laut maupun di darat. Hal ini terjadi karena banyak manusia yang tidak mau memperhatikan perumpamaan yang dibuat oleh Allah.

Baca juga:
Tidak Sedikit pun Kebaikan yang Sia-sia

Allah telah membuat perumpamaan berupa nyamuk, bahkan yang lebih kecil dari nyamuk. Betapa rumitnya membuat organ nyamuk—mulutnya, ususnya, dan organ-organ lainnya—yang serba kecil.

Akan tetapi, bagi Allah tidak ada yang sulit. Sungguh, betapa besar kekuasaan Allah.

Namun, hal ini tidak tergambar di benak orang-orang yang ingkar terhadap kekuasaan Allah. Dampaknya, mereka merasa leluasa membuat kerusakan, seperti merampok, merampas, membunuh janin, membuang bayi, korupsi, menganiaya, dan lain-lain.

Mereka merasa aman dan beruntung selama tidak terbukti bersalah di hadapan jaksa. Padahal di akhirat kelak mereka tergolong orang-orang yang rugi dan tersiksa.

Mulyo

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed