by

Ke Surga atau ke Neraka, Pilih yang Mana?

-Hikmah, Islam-77 views

Ilustrasi : Surga & Neraka

dualink.id : Secara global amalan manusia terbagi menjadi dua kelompok, yaitu amalan dunia dan amalan akhirat. Berolahraga, berobat, menikah, mencari nafkah, dan sebagainya tergolong kelompok amalan dunia.

Sedangkan shalat, berdo’a, berpuasa, membaca al-Qur’an, dan sebagainya tergolong kelompok amalan akhirat.

Kedua kelompok amal tersebut bisa berubah status sesuai dengan niatnya. Amalan dunia yang dilakukan dengan ikhlas mencari ridha Allah akan berubah menjadi amalan akhirat dan berpahala.

Sebaliknya, amalan akhirat yang dilakukan karena mencari perhatian dan pujian dari orang lain akan berubah menjadi amalan dunia dan sia-sia.

Dalam sebuah hadits riwayat Muslim dijelaskan sebagai berikut:

Pertama: Ada seseorang yang mengerjakan amal perbuatan ahli surga, hingga jarak antara dirinya dan surga hanyalah satu hasta, namun suratan takdir rupanya ditetapkan baginya hingga ia mengerjakan amal perbuatan ahli neraka dan akhirnya ia pun masuk neraka.

Dikisahkan, ada seseorang yang berperang bersama Nabi Saw. Dengan berani ia menghadapi musuh. Ditumpasnya setiap musuh yang ada di hadapannya. Para sahabat terkagum-kagum akan kepahlawanannya.

Akan tetapi, Nabi Saw bersabda, “Sungguh ia termasuk penghuni neraka.”

Para sahabat merasa heran dan penasaran. Salah satu di antara mereka berusaha membuktikan ucapan Nabi. Diamati dan dibuntutinya laki-laki itu.

Setelah dekat dengannya, didapatinya laki-laki itu terluka parah. Karena tak sabar menunggu datangnya kematian, ia menancapkan pedangnya ke dadanya hingga menembus punggungnya. Akhirnya, matilah ia akibat bunuh diri.

Kedua: Ada pula orang yang mengerjakan amal perbuatan ahli neraka, hingga jarak antara ia dan neraka hanya satu hasta, namun suratan takdir rupanya ditetapkan baginya hingga kemudian ia mengerjakan amal perbuatan ahli surga dan akhirnya ia pun masuk surga.

Baca juga:
Kupu-kupu dan Lalat, Apa Bedanya?

Hal itu dikuatkan dengan kisah seseorang bernama Al-Ushairam dari kabilah Bani Abdul Al-Asyhal, seorang kafir yang sangat menentang dakwah kaum muslimin.

Ketika perang Uhud, orang-orang Madinah keluar untuk berperang. Saat itulah Allah menurunkan hidayah ke dalam hati Al-Ushairam.

Ia masuk Islam, lalu bergabung dalam peperangan, berjihad di jalan Allah.
Peristiwa itu disampaikan kepada Rasulullah Saw.

Mendengar pengaduan tersebut beliau bersabda, “Sungguh, ia termasuk dari penghuni surga.”

Al-Ushairam menghabiskan seluruh hidupnya dalam kekufuran dan menentang Islam, melawan orang-orang muslim, tetapi akhir hidupnya begitu mengharukan.

Selama hayatnya ia melakukan amalan ahli neraka sehingga jarak antara dia dengan neraka hanya sehasta. Tetapi, karena ia telah tercatat sebagai ahli surga, ia pun melakukan amalan ahli surga sampai akhirnya dia masuk surga.

Peristiwa tersebut merupakan peringatan bagi kita agar senantiasa takut dan berharap kepada-Nya. Hendaklah kita berlindung kepada Allah dari fitnah yang menimpa kita.

Oleh karena itu, hendaklah memohon kepada-Nya, “Ya Allah, Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu. Ya Allah, Dzat Yang Mengalihkan hati manusia, alihkanlah hatiku untuk selalu taat kepada-Mu.”

Mulyo

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed