by

Keutamaan Bersedekah di saat Kekurangan

Ilustrasi : Bersedekah

Dualink.id : Fatimah, puteri Rasulullah itu memang patut diteladani. Ia tidak menggunakan aji mumpung walaupun ia puteri seorang petinggi negara yang disegani oleh kawan maupun lawan.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia sering menjadi pembantu menumbuk gandum milik sahabat yang terpandang.

Walaupun hidup dalam kekurangan, ia lebih mementingkan kepentingan orang lain daripada kepentingan pribadi dan keluarga.

Suatu ketika dia kedatangan musafir. Musafir tua itu mengaku bahwa sudah tiga hari tidak makan. Untuk memperoleh tenaga, ia hanya minum air putih pemberian kafilah yang ditemuinya.

Mendengar pengakuan musafir itu, Fatimah meneteskan air matanya, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah karena masih ada orang yang kehidupannya berada di bawahnya.

Sebagaimana sering dialami sebelumnya, hari itu Fatimah tidak memiliki apa-apa selain kalung yang melingkar di lehernya.

Pelan-pelan dilepasnya kalung itu, lalu diserahkannya kepada musafir itu diiringi senyum keikhlasan. Musafir itu menerima pemberian Fatimah dengan senang dan haru.

“Sungguh, hal ini akan kuceritakan kepada Rasulullah,” kata musafir itu.

Setelah berpamitan, ia pergi mencari Rasulullah. Begitu bertemu dengan beliau, ia bercerita tentang Fatimah yang memberikan kalung satu-satunya kepadanya.

Mendengar penuturan musafir itu, Rasulullah terharu. Air matanya berlinang membasahi pipinya.

Beliau bersyukur kepada Allah karena puterinya mampu menunjukkan perilaku terpuji dan diridhai oleh Allah.

Semangatnya untuk bersedekah tidak berkurang walaupun dalam keadaan kekurangan.

Kemudian, musafir tua tersebut menawarkan kalung itu kepada para sahabat. Lalu seorang aghniya’ membelinya dengan harga yang layak.

Setelah itu, aghniya’ tersebut menyuruh pembantunya mengembalikan kalung itu kepada Fatimah disertai beberapa hadiah darinya.

Fatimah yang menerima kalung itu bertambah keyakinannya akan kebenaran firman Allah:

Baca juga:
Hindari Penyebab Kerasnya Hati

“Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Q. S. Al-Hadid: 18).

Mulyo

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed