by

Pilih Satpam atau Penjual Pentol?

Ilustrasi : Satpam & Penjual Pentol

dualink.id : Bu Fulanah hidup berdua dengan anak gadisnya.

Dua orang jejaka telah terpikat hatinya oleh kecantikan anak gadis Bu Fulanah. Jejaka pertama seorang satpam. Jejaka kedua seorang penjual pentol.

Tidak mungkin anak gadis Bu Fulanah memilih kedua-duanya. Tentu salah satu saja yang dipilihnya.

Kemungkinan pertama anak gadis Bu Fulanah memilih satpam. Terbayang dalam pikirannya, satpam itu disiplin. Sikapnya ramah dan sopan. Penampilannya rapi dan bersih.

Akan tetapi,  satpam selamanya tetap satpam, tidak akan berubah menjadi atasan. Kerjanya terikat oleh aturan. Ia harus bekerja sesuai dengan jam kerja. Sementara gajinya tidak seberapa.

Gaji satpam memang tidak seberapa. Terlintas dalam pikiran gadis cantik itu bahwa bekerja itu mencari rezeki, bukan mencari uang.

Kalau bekerja mencari uang, yang didapat hanya uang. Bila bekerja mencari rezeki, selain mendapat uang akan memperoleh rezeki dalam bentuk lain. Misalnya kesehatan, rasa syukur, rasa cukup, dan rezeki yang lain.

Kemungkinan kedua, anak gadis Bu Fulanah memilih penjual pentol. Terbayang dalam pikirannya, penjual pentol itu kerjanya bebas dan luwes. Ia bisa membuat aturan dan menentukan jam kerjanya sendiri.

Karena kerjanya bebas dan luwes, penjual pentol bisa saja berganti usaha sesuai dengan bakat dan potensi yang dimilikinya. Misalnya dari penjual pentol berganti menjadi penjual bakso.

Seperti sebelumnya, mantan penjual pentol itu berkeliling menjual baksonya. Karena keuletan dan kehematannya ia berhasil menyisihkan sebagian hasil usahanya. Sebagian ditabung dan sebagian lagi disedekahkan.

Lama kelamaan penjual bakso itu berhasil menerapkan “jurus elang”. Biasanya burung elang itu terbang sambil mengintai mangsanya. Begitu melihat ada mangsa, diterkamlah, lalu disantapnya.

Sambil berkeliling seperti biasanya, penjual bakso itu mengamat-amati tempat yang strategis. Dengan uang yang disisihkannya ia berhasil menyewa tempat yang cocok untuk usahanya.

Baca juga:
EMPAT PERILAKU MULIA

Untuk menjaga usahanya, penjual bakso itu menerapkan “jurus zebra”. Sebagaimana diketahui oleh banyak orang, badan zebra bergaris-garis hitam putih atau cokelat putih. Garis-garis itulah yang membedakannya dengan kuda pada umumnya.

Selain menjaga kualitas produksinya, penjual bakso itu tampil beda. Artinya, ia berusaha memikat para konsumennya dengan kelebihan yang dimilikinya.

Begitulah kehidupan rumah tangga yang dibayangkan anak gadis Bu Fulanah.

Gadis cantik itu kira-kira memilih satpam atau penjual pentol?

Pembaca yang budiman dipersilakan memberikan jawaban.

Mulyo

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed