by

Kupu-kupu dan Lalat, Apa Bedanya?

-Hikmah-48 views

Ilustrasi : Kupu kupu & Lalat

dualink.id : Kupu-kupu adalah serangga bersayap lebar, umumnya berwarna cerah, berasal dari kepompong ulat, dapat terbang, dan biasanya sering hinggap di bunga untuk menghisap madu.

Sedangkan lalat adalah serangga kecil berasal dari bernga (ulat kecil-kecil putih yang biasa terdapat pada bangkai yang telah busuk), dapat terbang, berwarna hitam, suka hinggap pada barang yang busuk (bangkai, kotoran, dan sebagainya), dan dapat menyebabkan penyakit.

Ulat (bakal kupu-kupu) biasanya terdapat di dedaunan dan memakan dedaunan, sedangkan bernga (bakal lalat) biasanya terdapat di bangkai dan makan bangkai.

Tempat hidup dan makanan ulat (bakal kupu-kupu) jauh lebih bersih bila dibandingkan dengan tempat hidup dan makanan bernga (bakal lalat).

Ulat yang tempat hidup dan makanannya jauh lebih bersih, pada saatnya, berubah menjadi kupu-kupu yang beterbangan ke sana kemari dan mengkonsumsi makanan yang lebih berharga, yakni madu.

Sedangkan bernga yang tempat hidup dan makanannya kotor, pada saatnya, berubah menjadi lalat yang beterbangan di tempat yang kotor dan memakan makanan yang kotor-kotor. Jadi, lalat selamanya tetap kotor.

Begitulah halnya dengan manusia. Mereka yang semasa hidupnya di dunia berkeliaran di tempat-tempat kotor (maksiat) dan bergelimang dengan perbuatan-perbuatan kotor (dosa), di akhirat kelak ditempatkan di neraka dan mendapatkan makanan dan minuman yang kotor (darah dan nanah busuk).

Sebaliknya, jika di akhirat kelak ingin memperoleh surga, seseorang harus rajin mendatangi tempat-tempat suci dan mulia (masjid, majlis taklim, dan sebagainya) dan memperbanyak amal shalih yang berkualitas. Apabila terlanjur berbuat kotor dan merugikan, hendaklah segera mengingat Allah dan minta ampun kepada-Nya.

“Dan orang-orang yang apabila terlanjur berbuat kejahatan atau menganiaya diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu minta ampun atas dosa-dosanya. Dan tidak ada yang (dapat) mengampuni dosa, kecuali Allah. Mereka tidak berkekalan atas perbuatannya itu, sedang mereka mengetahui.” (Q. S. Ali Imran: 135).

Baca juga:
Ciptaan Allah tidak Ada yang Sia-sia

Firman Allah tersebut memberikan petunjuk bahwa seseorang yang ingin memperoleh surga, harus bersedia berhenti dari perbuatan dosa. Ia harus berhijrah dari pergaulan dan perbuatan kotor dan tidak menguntungkan menuju pergaulan dan perbuatan yang menguntungkan.

 

Mulyo

 

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed