by

Dari Istighotsah ke-7 di Ponpes Amanatul Ummah: Wagub Emil Dardak Datang Minta Doa Ulama

DuaLink.id:  MOJOKERTO – Keprihatinan pimpinan Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, soal merebaknya Corona Virus seolah tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Namun musibah yang berdampak terhadap sosial, ekonomi dan keagamaan masyarakat Indonesia, justru tidak dibarengi dengan sikap yang linier dari pihak birokrat atau pemerintah.

“Selama ada musibah Corona Virus sejak Januari lalu, hingga sekarang belum ada secara resmi maupun tak resmi para birokrat dan pemerintah yang meminta doa agar Corona Virus ini hilang atau lenyap kepada para ulama. Masalah Corona ini sebenarnya adalah tanggung jawab pemerintah. Tapi para ulama juga punya tanggung jawab di bidang spiritual untuk bedoa dan meminta kepada Alloh Sang Pencipta.”

“Para birokrat atau pemerintah seolah tak butuh doa para ulama dan kiai,” cetus Kiai Asep (panggilan populer Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim) pada tiap-tiap acara istighotsah untuk hilangnya musibah Corona Virus.

Acara ini dihadiri sejumlah pimpinan ponpes di Mojokerto dan kota-kota sekitar. Pada Kamis (21/5), istghotsah di Masjid KH Abdul Chalim komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah itu sudah berlangsung yang ke-7 kalinya. Acara ini juga selalu disiarkan secara live di IKHAC TV streaming, setiap Hari Kamis malam.

Rangkaian acara istighotsah (doa bersama) selalu dipimpin langsung oleh Kiai Asep. Dimulai dengan sholat Hajat agar Corona Virus dimusnahkan dari bumi Indonesia oleh Alloh SWT, juga Kiai Asep sendiri bertindak selaku imam sholat. Sholat Hajat ini dijalankan sebanyak 12 rakaat, tiap dua rakaat salam. Kemudian dilanjutkan acara inti istighotsah dan ditutup dengan doa dari tujuh kiai yang terkenal kealimannya dan tinggi ilmu agamanya.

Baca juga:
3 Prinsip Keselamatan Tenaga Medis saat Pandemi

Doa Tujuh Kiai

Kini acara istighotsah ke-7 tampak agak spesial, karena setelah acara dibuka oleh Kiai Asep ternyata Wakil Gubenur (wagub) Jatim, Dr H Emil Elestianto Dardak, MSc menampakkan diri di tengah jamaah istighotsah. Bahkan seusai duduk berdampingan dengan Kiai Asep, Wagub Emil memohon langsung agar para ulama, para kiai dan jamaah yang hadir berkenan berdoa agar segera berakhir musibah Corona ini.

Wagub Emil mengungkapkan, dirinya hadir sebagai wakil pemerintah di sini. Karena itu, lanjut Wagub Emil, dengan keredahan hati dan dari lubuk yang paling dalam meminta doa agar musibah Corona Virus atau Covid-19 ini segera berakhir, khususnya dari wilayah Jatim dan dari bumi Indonesia pada umumnya. Dengan kehadiran Wagub Emil ini, tampaknya memang menjawab kekhawatiran dan keprihatinan Kiai Asep.

Namun sebelum Wagub Emil hadir, di sela-sela pengantar doa, Kiai Asep sempat mengungkapkan lagi keluhan seperti di atas pada acara istighotsah ke-7, Kamis (21/5) malam. “Belum ada birokrat atau pihak pemerintah minta kepada ulama dan para kiai untuk berdoa, agar Corona Virus dicabut atau dilenyapkan oleh Alloh SWT,” kata Kiai Asep.

Pada bagian akhir istighotsah, agar seluruh doa dalam istighosah dikabukan Alloh, maka Kiai Asep meminta tujuh ulama dari tujuh pesantren berdoa agar musibah Carona hilang atau dicabut oleh Alloh SWT. Yakni KH Mu’id, dilanjutkan doa Syech Achmad Barkawi dari Mesir. Seperti diketahui Syech Barkawi sudah bermukim di kompleks Ponpes Amanatul Ummah sejak tiga bulan lalu.

Doa kiai berikutnya ditunaikan Habib Ali dari Bangil, kemudian ulama chufadz Qur’an yaitu Ponpes Amanatul Qur’an, KH Syaifuddin, doa kelima dari KH Djamal, Habib Ali Ridlo dan terakhir doadari KH Abdul Hadi dn ditutup oleh doa Kiai Asep sendiri.(ok)

Baca juga:
Gedung Lantai 7 Kemenhan Terbakar

Wartawan dan editor: Djoko Sahid

 

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed