by

Jauhi Sifat-sifat Orang Munafik

-Hikmah, Islam-125 views

Ilustrasi : Munafik

Dualink.id: Sebagai Muslim kita harus membedakan diri dengan orang munafik yang sifat-sifatnya telah dijelaskan oleh Allah melalui Firman-Nya berikut ini

“Sesungguhnya orang-orang munafiq itu menipu Allah, dan Allah menipu (membalas tipuan) mereka. Apabila mereka berdiri hendak shalat, mereka berdiri dengan malas, mereka pamer-pamerkan (amal mereka) manusia, dan mereka tidak mengingat Allah melainkan sedikit sekali.” (Q. S. An-Nisa’: 142).

Pada firman Allah tersebut dijelaskan sifat-sifat orang munafiq sebagai berikut:

Pertama: Suka menipu Allah

Kita harus berperilaku sebaliknya. Kita harus jujur, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Jika lisan mengatakan beriman, maka hati harus meyakini, dan diwujudkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari, misalnya: dalam hal berkata, bertetangga, menerima tamu, dan kegiatan-kegiatan yang lain.

“Barangsiapa yang mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik, (jika tidak bisa berkata yang baik) lebih baik diam. Barangsiapa yang mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah menghormati tetangganya. Dan barangsiapa yang mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamunya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Kedua: Menjalankan shalat dengan malas

Kita harus melakukan sebaliknya. Kita harus merasa bahwa shalat itu bukan beban, melainkan kebutuhan. Kita jalankan shalat dengan sungguh-sungguh, bukan asal-asalan.

Shalat kita jadikan sebagai kebutuhan karena kita butuh meminta kepada Allah. Karena itu, kita harus menjalankan shalat dengan khusyu’, sehingga shalat kita bisa berfungsi sebagai sarana untuk meminta kepada Allah.

“Minta tolonglah kamu (kepada Allah) dengan sabar dan (mendirikan) shalat; dan sesungguhnya hal itu amat berat, kecuali bagi orang-orang yang tunduk (merendahkan diri).” (Q.S. Al-Baqarah: 45).

Ketiga: Beramal dengan riya’ (dipamer-pamerkan)

Baca juga:
Rufaida, Wanita Juru Rawat Perang Badar

Kita harus berbuat sebaliknya. Kita harus beramal atau bersedekah dengan ikhlas; karena beramal atau bersedekah yang disertai dengan riya’ dapat menghapuskan pahala.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu batalkan sedekahmu mencerca dan menyakiti, seperti orang yang menafkahkan hartanya disertai riya’ kepada manusia dan (yang) tidak beriman kepada Allah dan hari akhir.

Maka perumpamaanya seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, lalu batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah ia menjadi licin.

Mereka tiada mendapat pahala sedikit pun dari apa yang mereka usahakan. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang kafir.” (Q.S. Al-Baqarah: 264).

Keempat: Hanya sedikit ingatnya kepada Allah.

Kita harus berbuat sebaliknya. Kita harus memperbanyak ingat kepada Allah. Sebab, dengan banyak ingat kepada Allah, bisa menenangkan atau menenteramkan hati.

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan tenteram hatinya lantaran mengingat Allah. Ketahuilah, dengan mengingat Allah, hati bisa menjadi tenteram.” (Q.S. Ar-Ra’d: 28).

Mudah-mudahan tulisan sederhana ini bermanfaat bagi kehidupan kita baik di dunia maupun di akhirat.

Mulyo

Bagikan Sekarang!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed